INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Mengenal Tradisi Imlek yang Sempat Dilarang Pada Jaman Orde Baru

Dhani Irawan

27 January, 2020 15:40 WIB | INSPIRA TRAVEL

Inspira TV - Mengenal Tradisi Imlek yang Sempat Dilarang Pada Jaman Orde Baru

Foto : Dhani Irawan

YOGYAKARTA,- Perayaan Imlek merupakan tradisi yang diyakini oleh masyarakat etnis Tionghoa, dalam rangka mengungkap rasa syukur dan harapan memasuki tahun baru.

Imlek bukanlah perayaan keagamaan, namun lebih kepada perayaan budaya untuk menyambut musim tanam dan panen yang dahulu sering dilakukan para petani di Negara Cina.


Perayaan Imlek di Indonesia sempat dilarang ketika fase jaman Orde Baru. Namun seiring berjalannya waktu, etnis Tionghoa di Indonesia bisa kembali leluasa untuk merayakan pergantian tahun baru Cina, setelah kebijakan Presiden ke empat, Abdulrahman Wahid hingga saat ini.


“Petani Cina mencoba melakukan interpretasi alam dan mereka melakukan permulaan tanam sebagai awal tahun baru yang dirayakan dengan Imlek, sejarah awalnya seperti itu. Nah di Indonesia karenaorang Tionghoa melakukan imigrasi budaya itu tidak luntur jadi masih dibawa”, tutur Pengajar Sejarah Kota dan Agraria , Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada , Arif Akhyat saat ditemui dikantornya, Senin (27/1/2020).


Lebih lanjut Arif menjelaskan, tradisi tersebut kemudian dibawa para imigran Cina yang berdiaspora ke berbagai Negara, yang sebagiannya sampai ke wilayah Indonesia.


“Di Indonesia karena orang Tionghoa melakukan imigrasi, budaya itu tidak luntur masih dibawa, kemudian kalau dilihat dari laporan-laporan Belanda, orang Cina yang ada di Jawa itu melakukan upacara ritual yang berbasis agrarian. Pada masa kolonial inilah masyarakat Tionghoa mendapatkan tempat sehingga mereka tidak saja berada di ranah eksklusif tetapi masuk ranah komunitas Jawa” lanjut Arif.


Dengan demikian menurut Arif, sebenarnya perayaan imlek itu sendiri bisa dimaknai sebagai wujud keterbukaan masyarakat Tionghoa untuk memperkenalkan jati diri mereka kepada komunitas pribumi khususnya Jawa.


Tak hanya itu, Imlek juga bisa dimaknai sebagai bentuk memproklamirkan eksistensi keberadaan mereka di lingkungan perantauan.


“Tradisi Imlek yang masuk ke komunitas Jawa ini yang disebut multikulturalisme , ini yang menarik”tutupnya. (GGP)

 

You can share this post !