INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Merinding, Serbuan Ulat Bulu ke Rumah Warga Bikin Risih

Irfan Wahyudi

28 January, 2020 13:51 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Merinding, Serbuan Ulat Bulu ke Rumah Warga Bikin Risih

Foto : Ilustrasi/Google.com

KUDUS,- Warga di Desa Singocan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini resah dengan serbuan ulat bulu yang terjadi sejak tiga hari yang lalu. Bahkan ulat bulu tersebut masuk ke rumah-rumah warga.


Menurut salah seorang warga Firda Dahlia mengatakan ulat bulu tersebut bermunculan dari sebuah pekarangan yang ada disekitar pemukiman.


 “Awalnya, ulat bulu ditemukan di sejumlah pepohonan yang kebetulan memang ada lahan yang tidak dirawat oleh pemiliknya,” kata Firda saat ditemui di lokasi, Selasa (28/1/2020).


Menurutnya pada hari Sabtu (25/1) kemarin, serangan ulat bulu dari kebun sempat dibakar. Namun bukannya menghilang, kemunculan ulat-ulat tersebut malah bertambah dan meluar ke sejumlah rumah warga lainnya.


“Sudah di kabar tapi bukannya menghilang tapi malah muncul lebih banyak lagi ulat bulunya, jadi khawatir karena kalau bertambah terus bisa bikin gatal sama anak-anak di sekitar sini,” tuturnya.


Ada puluhan rumah warga yang ditemukan ulat buru di rumahnya, terutama di atap rumah dan dinding rumah. Untuk mencegah penyebarannya semakin meluas, maka warga berinisiatif membeli obat pestisida untuk dilakukan penyemprotan.


"Hasilnya memang belum maksimal karena masih banyak ulat yang belum disemprot. Maklum ada yang sampai di atap rumah dan tiang antena televisi maupun tandon air warga," lanjutnya.


Ia berharap ada bantuan dari pemerintah, meskipun pemerintah desa sudah membantu memberikan obat penyemprot ulat bulu tersebut.


Sementara itu, Kasi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah mengakui belum ada laporan terkait serangan ulat bulu di Desa Singocandi. Kalaupun ada laporan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. mengingat saat sekarang memang musim kemunculan ulat bulu dengan populasi yang banyak.


Untuk mengatasinya, harus dilakukan penyemprotan dengan obat hama.


"Masyarakat biasanya hanya khawatir dengan bulu ulat yang bisa membuat seseorang terserang gatal-gatal atau merasa risi," kata Arin. (MSN)

You can share this post !