INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

'Sentilan' Presiden Jokowi untuk Gubernur Jabar Terkait Tingginya Penyakit TBC

Nur Azis

29 January, 2020 17:14 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - 'Sentilan' Presiden Jokowi untuk Gubernur Jabar Terkait Tingginya Penyakit TBC

Foto : Nur Azis

CIMAHI,- Presiden Joko Widodo mengunjungi Kota Cimahi, untuk meresmikan gerakan bersama menuju eliminasi tuberculosis, TBC 2030 yang digelar di Technopark, Kota Cimahi pada hari Rabu (29/1/2020). Jokowi meminta kepada semua stakeholder agar berperan aktif menyukseskan program tersebut supaya kualitas sumber daya manusia bisa meningkat.


Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamila tau yang akrab disapa Emil , memberikan paparan kepada Presiden jika Jawa Barat merupakan wilayah tertinggi terjangkit TBC. Emil beralasan jika hal itu terjadi karena populasi masyarakat Jabar yang padat.


"Kasus TBC di Jabar masih tinggi 100 ribuan. Penduduk kami secara presentase juga paling besar. Jabar adalah 20 persennya Indonesia. Mengurusi 20 persen manusia luar biasa," kata Emil dalam sambutannya


Laporan Emil tersebut pun mendapat sedikit sentilan dari orang nomor satu di Indonesia. Menurut Jokowi Jawa Barat memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat baik, namaun apa artinya jika SDM yang tersedia banyak yang sakit.


"Kalau pertumbuhan ekonomi yang baik percuma, tapi di provinsi bapak TBC-nya juga tinggi. Enggak ada artinya. Karena apapun SDM itu nomor satu," sindir Jokowi.


Jokowi mengingatkan, merealisasikan target eliminasi TBC tahun 2030 bukanlah hal yang mudah. HArus ada usaha keras secara komprehensif. Pemerintah daerah dinilai memiliki pengaruh kuat untuk menekan angka TBC di wilayahnya masing-masing.


“Di desa di kota memegang peranan penting, karena ini urusan bersama, termasuk Kader yang menangani penyakit TBC juga penting,” lanjutnya.


Saat ini Indonesia berada di urutan ketiga untuk kasus TBC terbanyak di dunia, setelah India dan China. Kematian akibat penyakit TBC pada 2015-2030 diperkirakan bisa merugikan 0.7 persen PDB Indonesia di tahun 2030, atau 123.6 miliar USD. Catatan itu berdasarkan data Global Economic Impacy of TB, Result & KPMG tahun 2017. (MSN)

You can share this post !