INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ini Kronologi Perusakan ‘Musala’ di Minahasa Utara, Sampai Hasil Kesepakatan

Redaksi

31 January, 2020 11:16 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Ini Kronologi Perusakan ‘Musala’ di Minahasa Utara, Sampai Hasil Kesepakatan

Foto : Istimewa

MINAHASA UTARA,- Pasca viral video perusakan Balai Pertemuan Umat Muslim di Perumahan Agape Griya, Desa Tumaluntung, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada hari Rabu (29/1) kemarin, pihak kepolisian telah menangkap satu orang terduga provokator, sebagai biang keladi insiden tersebut.


Pihak Polda Sulawesi Utara membeberkan kronologi perusakan Balai Pertemuan Umat Muslim yang dilakukan oleh sejumlah warga. Pihak kepolisian menyebut jika warga pada awalnya menanyakan kegiatan ibadah di bali pertemuan tersebut. Karena balai tersebut merupakan lokasi untuk pertemuan, bukan tempat ibadah seperti masjid atau musala.


"Kemarin malam itu warga menanyakan, karena mungkin yang mennjadi masalah tempat itu digunakan menjadi ibadah. Nah ini kemudian warga yang mempertanyakan," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast, saat dikonfirmasi, Jumat (31/1/2020).


Jules melanjutkan, adanya kesalahpahaman yang memicu perdebatan antara warga di lokasi tersebut. Bangunan tersebut belum mengantongi izin sebagai rumah ibadah.


Hingga kini pihak kepolisian masih berjaga di lokasi kejadian sejak semalam kemarin. Tak hanya sampai disitu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Minahasa Utara melakukan duduk bareng untuk membahas permasalahan ini.


Hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, Ketua DPRD Minahasa Utara Denny Lolong, Kapolres Minahasa Utara Grace Rahakbau, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, pejabar Pemprov, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat lainnya.


Dari hasil pertemuan menghasilkan beberapa kesepakatan diantaranya :


1.      Surat perizinan tempat pertemuan menjadi tempat ibadah akan dilakukan pengurusan secara resmi, diproses oleh Pemkab Minahasa Utara.

2.      Jika perizinan sudah lengkap, bupati akan menandatangani perizinan.

3.      Akan dilakukan perbaikan di balai pertemuan umat Islam oleh masyarakat, termasuk TNI-Polri turut membantu.

4.      Sambil menunggu izin, untuk sementara umat Islam di lingkungan tersebut beribadah di rumahnya masing-masing.


"Bilamana lengkap perizinannya, maka Bupati Minahasa Utara juga akan menandatanganinya. Itu yang disepakati," tutupnya. (GGP)

You can share this post !