INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Pengakuan Aher dan Demiz Dalam Persidangan Kasus Suap Meikarta

Boby Roska

04 February, 2020 12:12 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Pengakuan Aher dan Demiz Dalam Persidangan Kasus Suap Meikarta

Foto : Boby Roska

BANDUNG,-  Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan hadir dalam persidangan kasus suap megaproyek Meikarta yang menyeret mantan anak buahnya, Iwa Karniwa yang pernah menjabat sebagai Sekda Provinsi Jawa Barat, pada hari Senin (3/2) kemarin.


Dihadapan majelis hakim, Mantan Gubernur Jabar yang menjabat dua periode tersebut mengaku tidak pernah menerima draft permohonan izin lingkungan atau substansi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi, dari PT Lippo Cikarang, selaku pengembang Meikarta.


“Melihat draft belum pernah, apalagi untuk tandatangan,” kata Aher dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Kelas I A Bandung, Kota Bandung, Selasa (4/2/2020).


Aher pun mengaku pernah diminta bantuan untuk pengurusan izin proyek Meikarta, oleh salah seorang mantan anggota timsesnya. Namun Aher dengan tegas menjawab jika permintaan tersebut tidak ditanggapinya.


Sementara itu, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, memberikan kesaksian dan menjelaskan ke majelis hakim jika lahan yang akan dibangun proyek Meikarta merupakan kawasan pertanian.


Menurutnya jika akan dilakukan alih fungsi lahan, menurut Dedi harus melakukan prosedur yang sesuai dan telah ditetapkan. Dedi menegaskan perlu ada surat rekomendasi RDTR dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


“Saya lihat bahwa itu dikatakan lahan industri, tapi saat itu dijelaskan bahwa itu lahan pertanian yang akan menjadi perumahan. Tapi saya ingat hanya sekali rapat membahas Meikarta,”ungkapnya.


Demi memuluskan pembangunan Meikarta, peran Iwa dalam mengurus persetujuan substansi RDTR Kabupaten Bekasi pun diungkap Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Pemkot Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana.


Kemudian JPU KPK membacakan BAP Aher soal pergantian Ketua BKPRD Jawa Barat dari iwa Karniwa ke Dedy Mizwar yang bermuatan politik. Karena Iwa saat itu akan maju menjadi calon Gubernur Jabar. Sinyal semakin terang karena spanduk bergambar Iwa bertegaran.


Nur mengaku jika dirinya pernah didatangi Iwa untuk mempercepat proses RDTR Kabupaten Bekasi. Selain itu, Iwa juga mengungkapkan bahwa dirinya butuh banner dan spanduk untuk kepentingan dirinya dalam menyalonkan diri dalam bursa pemilihan Gubernur Jawa Barat. 


Pak Iwa mau mencalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat saat itu, dan mengatakan saya butuh banner dan spanduk. Ya saya menyanggupi,” kata dia. (GGP)

You can share this post !