INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ratusan Hektar Sawah dan Rumah Warga Terendam Banjir, Pemkab Majalengka Kemana?

Udin Pepeh

06 February, 2020 15:33 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Ratusan Hektar Sawah dan Rumah Warga Terendam Banjir, Pemkab Majalengka Kemana?

Foto : Udin Pepeh

MAJALENGKA,- Ratusan rumah warga dan ratusan hektar sawah di Desa Leuweung Hapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, terendam air. Banjir yang menggenangi area pesawah tersebut membuat rugi para petani hingga ratusan juta rupiah.


Banjir tersebut terjadi sejak Rabu (5/2) malam kemarin hingga kini. Dalam semalam hujan deras dengan intensitas curah hujan yang tinggi terus mengguyur wilayah tersebut. Tak hanya rumah warga, banjir pun menutup tanaman padi yang baru berumur satu bulan setengah.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, total keseluruhan luas lahan sawah padi yang tergenang banjir sekitar 150 hektar.


“Ya gagal panen, sawah saya luasnya sekitar satu hektar padinya saja baru berumur satu bulan setengah,” ungkap salah seorang petani, Taren saat ditemui di lokasi banjir, Kamis (6/2/2020).


Banjir yang terjadi di Kecamatan Ligung memang kerap terjadi ketika musim hujan tiba. Pemerintah pun terkesan membiarkan musibah banjir terjadi di kawasan tersebut. Dalam semalam lahan sawah milik petani pun menjadi lautan, bahkan akses jalan pun menjadi sungai.Air tersebut berasal dari naiknya luapan air sungai yang berada di sekitar lokasi banjir.


“ya kalau gini terus kan merugikan petani sih, ini tiap tahun banjir kayak gini. Tahun ini aja udah tiga kali yang besar baru sekarang. Dari pemerintah upayanya aja biasa-biasa aja belum ada apa gitu, belum ada sama sekali,” ucap petani lainnya, Suandi.


Sementara itu di pemukiman warga air masuk kehingga ke dalam rumah. Ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Menurut seorang warga bernama Usup, penanggulangan air sungai tidak dilakukan oleh pemerintah secara tuntas.


“Kondisinya memprihatinkan, karena luapan (sungai) dari sini penanggulangannya belum sampai ke dekat rumah warga di sini, jadi saya mohonlah kepada pemerintah daerah tolong minta diperbaiki sampai tuntas, karena rumah warga, pertanian kuburan jadi banyak yang rusak,” tambahnya. (GGP)

You can share this post !