INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ini Kata Para Pakar dari UGM Terkait Banjir Jakarta

Dhani Irawan

07 January, 2020 23:45 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Ini Kata Para Pakar dari UGM Terkait Banjir Jakarta

YOGYAKARTA,- Penanganan banjir di Ibukota Jakarta dan wilayah Jabodetabek lainnya menjadi agenda mendesak untuk segera diselesaikan. Penanganan banjir menjadi masalah klasik yang dihadapi oleh pemerintah.




Menurut Pakar hidrologi Universitas Gadjah Mada (UGM) , Budi Santoso Wignyosukarto mengatakan, masalah banjir yang terjadi di Jakarta diperlukan adanya pengelolaan air secara terpadu tanpa harus melihat batas administrasi daerah.


"Seperti yang kemarin terjadi saat curah hujan di Jakarta lebih tinggi dibandingkan di hulunya. Kalau internal di Jakarta tidak mampu mengevakuasi airnya dengan baik, ya terjadilah genangan. Harus ada manajemen yang baik," tutur Budi saat ditemui wartawan, Selasa (7/1/2020).




“Coba dilihat disana ada perumahan Pantai Indah Kapuk, itu minus dua meter dibawah permukaan laut. tetapi dia gak masalah karena System Folder, kalau Jakarta semua pakai Systme Folder menjadi tidak masalah itu,” tambahnya


Budi menegaskan, kado banjir di awal tahun 2020 untuk warga Jakarta , bisa terulang kembali jika manajemen pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) tidak diperhatikan secara serius.


Amdal Banjir Diperlukan




Pakar Sumber Daya Air Universitas Gadjah Mada (UGM) Rachmad Jayadi, mengatakan perkembangan populasi dan pemukiman di Jakarta saat ini sangat luar biasa. Yang disayangkan, untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase saat ini sangat sulit dilakukan.


Menurut Rachmad aturan Amdal (Analisa Dampak Lingkungan) harus segera dibuat. Hal itu dimaksudkan agar ada aturan yang mengikat.




“Usulan saya adalah amdal banjir , selama ini kita mengenal amdal umum , amdal lalu lintas, tapi untuk banjir gak pernah ada kan. Nah ini artinya apa, disamping ada peraturan sumber resapan setiap rencana pengembangan terutama wilayah besar untuk real estate, itu harus diukur, berapa potensinya berapa menambah limpahan. Nanti dari situ bisa dibuat rekomendasi teknis upaya apa, supaya itu kembalikepada aturan yang mengikat upaya meredam potensi banjir disamping proyek pemerintah yang lain untuk saluran atau sudetan sebagai usaha bersama,”




Dirinya menambahkan diperlukan juga pompa di bagian hilir. Konsep ini diperlukan agar air cepat masuk ke dalam sungai, jika volume air mulai naik.


EDT : MSN 

You can share this post !