INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Menlu RI Keluarkan Kebijakan Larang Pelancong dari Iran, Korsel dan Italia Masuk Indonesia

Raka Prawira

06 March, 2020 11:48 WIB | INSPIRA TRAVEL

Inspira TV - Menlu RI Keluarkan Kebijakan Larang Pelancong dari Iran, Korsel dan Italia Masuk Indonesia

Foto : Raka Prawira

JAKARTA,- Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengeluarkan kebijakan baru dalam kasus pencegahan virus Corona atau Covid-19, dengan melakukan pembatasan terhadap masuknya warga negara manapun yang pernah melancong ke tiga negara dengan kenaikan signifikan penyebaran virus COVID-19.

 

Orang yang pernah melancong ke tiga negara seperti Iran, Italia, dan Korea Selatan (Korsel) tidak boleh masuk ke Indonesia saat ini.

 

"Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus COVID-19 di luar Tiongkok, terutama tiga negara, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan," Kata Retno di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

 

Menurut Retno kebijakan itu dibuat untuk kebaikan semua pihak, dan larangan itu diperuntukkan bagi WNA dan WNI yang menjadi pelancong (traveler) yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari sebelumnya.

 

"Pertama, larangan masuk dan transit ke Indonesia bagi para pendatang atau travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di wilayah-wilayah sebagai berikut. Untuk Iran, yaitu Teheran (Tehran), Qom, Gilan. Untuk Italia, wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche, dan Piedmon. Untuk Korsel, kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do," papar Retno.

  

Selanjutnya untuk pendatang dan pelancong yang disebutkan tadi, Retno memerintahkan mereka menyertakan surat keterangan sehat, yang harus dikeluarkan oleh pihak otoritas kesehatan yang berwenang dari setiap negara mereka.

 

"Kedua, untuk seluruh pendatang travelers dari Iran, Italia, Korsel di luar wilayah tersebut diperlukan surat keterangan sehat atau health alert certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masin negara," perintahnya.

 

Surat keterangan tersebut tidak kedaluwarsa dan harus tervalidasi. Surat itu wajib ditunjukkan ketika melakukan check-in di bandara. Jika tidak menyertakan, mereka akan ditolak masuk.

 

"Surat keterangan tersebut harus valid atau masih berlaku dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat melakukan check-in. Tanpa surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan yang berwenang, para pendatang atau travelers tersebut akan ditolak masuk atau transit di Indonesia," jelasnya.

 

Sebelum mendarat, para pelancong yang datang dari tiga negara tersebut wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan yang telah disiapkan oleh Kemenkes Indonesia.

 

"Sebelum mendarat pendatang atau travelers dari tiga negara tersebut wajib mengisi health alert card atau kartu kewaspadaan kesehatan yang disiapkan Kemenkes Indonesia. Dalam kartu tersebut antara lain memuat pertanyaan mengenai riwayat perjalanan. Apabila dari riwayat perjalanan yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke salah satu wilayah yang telah kami sebut tadi, maka yang bersangkutan akan ditolak masuk atau transit di Indonesia," ucapnya.

 

Siapapun termasuk WNI melakukan perjalanan ke tiga negara tersebut akan dilakukan pemeriksaan tambahan. Kebijakan itu mulai berlaku pada Minggu, 8 Maret 2020.

 

"Bagi WNI yang melakukan perjalanan dari 3 negara tersebut, terutama dari wilayah yang saya sebutkan tadi, maka akan dilakukan pemeriksaan tambahan di bandara ketibaan. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Minggu, 8 Maret, pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan," tegas Retno. (GGP)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN