INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

UN Tahun 2020 Sepakat Ditiadakan, Ini Syarat Untuk Kelulusannya

Masnurdiansyah

24 March, 2020 11:42 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - UN Tahun 2020 Sepakat Ditiadakan, Ini Syarat Untuk Kelulusannya

Foto : Ilustrasi

JAKARTA,- Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Syaiful Huda menyatakan, pemerintah dan DPR memutuskan untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk SD, SMP, dan SMA pada tahun ini, karena penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang bergerak kian masif.

 

Huda mengklaim, seluruh pihak telah sepakat untuk meniadakan ujian nasional. UN SMA rencananya akan digelar pada pekan depan. Sedangkan UN SMP dan SD tadinya dijadwalkan paling lambat bulan April mendatang. Namun, akibat penyebaran virus Corona atau Covid-19 diprediksi akan berlangsung hingga April mendatang.

 

Sebagai gantinya ada dua opsi yang muncul untuk penentuan kelulusan siswa, salah satunya yakni kelulusan berdasarkan nilai kumulatif rapor selama siswa di sekolah.

 

"Jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah Covid-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan. Sudah disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa, salah satunya dengan nilai kumulatif dalam rapor," kata Huda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020).

 

Opsi lain yang sebenarnya juga muncul adalah pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Namun, Huda mengatakan opsi ini hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan.

 

Jika USBN daring tak dapat dilakukan, maka opsi terakhir adalah metode kelulusan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. Kelulusan siswa SMP dan SMA akan ditentukan nilai mereka selama tiga tahun belajar.

 

"Untuk siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.

 

Menurut Huda, nantinya pihak sekolah yang akan menimbang nilai kumulatif dari rapor untuk menentukan kelulusan siswa, dan nilai yang dihitung tak hanya nilai akademik, akan tetapi juga dari ekstra kurikuler.

 

"Semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor," ucap Huda.

 

Peniadaan UN dan opsi-opsi ini dibicarakan dalam rapat konsultasi virtual antara Komisi X DPR dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim dan jajaran Kemendikbud yang berlangsung kemarin, Senin, 23 Maret 2020. (MSN) 

 

 

You can share this post !

BACA JUGA

ARTIKEL PILIHAN