INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Dampak COVID-19 Sebabkan Harga Minyak Mentah Menguat

Abiyu

26 March, 2020 15:32 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Dampak COVID-19 Sebabkan Harga Minyak Mentah Menguat

Proxsis surabaya

Amerika Serikat-COVID-19 berdampak pada penguatan harga minyak mentah dunia terhadap perdagangan, Rabu (25/3/2020), waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan ini ditopang oleh paket stimulus AS agar bisa mengurangi dampak pandemi virus corona terhadap ekonomi.


Pemerintah dan senator AS telah sepakat tentang rancangan undang-undang (RUU) perihal stimulus ekonomi sebesar US$2 triliun. Targetnya adalah RUU itu akan disahkan pada kongres, Rabu (25/3) waktu setempat sehingga membantu memperbaiki kondisi pasar.


Mengutip Antara, Kamis (25/3), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik 24 sen atau 0,9 persen ke posisi US$27,39 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 48 sen atau 2 persen menjadi US$24,49 per barel.


Sepertu diketahui, permintaan bahan bakar diprediksi turun tajam pada kuartal kedua 2020. Sebab, sebagian besar lalulintas penerbangan terhenti dan perjalanan darat sangat dibatasi dalam upaya meredam penyebaran COVID-19.


Kepala eksekutif pedagang minyak terbesar dunia, Vitol Group memprediksi, permintaan turun 15 juta hingga 20 juta bph selama beberapa pekan ke depan. Hal ini berakibat terhadap prospek kinerja perusahaan minyak yang berubah sangat pesimis di tengah pandemi COVID-19.


Terhitung permintaan bahan bakar turun hampir 2,1 juta barel per hari (bph) dalam sepekan kemarin.


Sebuah survei terhadap perusahaan-perusahaan minyak dan gas oleh Dallas Federal Reserve Bank menunjukkan indeks aktivitas bisnis anjlok dari minus 4,2 pada kuartal keempat 2019 menjadi minus 50,9 pada kuartal pertama 2020. Itu merupakan angka terendah selama empat tahun survei digelar.


"Kami memasuki harga energi terburuk dalam seumur hidup saya," kata seorang responden.


Harga minyak anjlok lebih dari 45 persen bulan ini. Selain pandemi, kegagalan OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain, termasuk Rusia menyetujui perpanjangan pemangkasan produksi menambah keterpurukan pasar.


"Ini mengingatkan saya pada jatuhnya harga 1998 dan apa yang terjadi pada kapasitas produksi kami untuk dekade berikutnya," kata mitra di Again Capital Management di New York John Kilduff.

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN