INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Gadis Gresik Minta PM Australia Hentikan Ekspor Sampah Plastik ke Indonesia

Inspira TV

22 January, 2020 14:27 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Gadis Gresik Minta PM Australia Hentikan Ekspor Sampah Plastik ke Indonesia

Foto : Istimewa

GRESIK,- Seorang gadis asal Gresik , Provinsi Jawa Timur, Indonesia, membuat sepucuk surat curahan hatinya untuk Perdana Menteri Australia Scoot Morrison. Namanya Aeshninna Azzahra, yang menulis kepada Scoot untuk menghentikan ekspor sampah plastic ke daerah tempatnya tinggal.


Nina begitu sapaan akrabnya, menulis surat terbuka yang kemudian diserahkan kepada Kedutaan Australia di Jakarta, pada hari Selasa (21/1) malam kemarin.

Dilansir dari Kompas.com, gadis berusia 12 tahun tersebut memaparkan dampak langsung adanya sampah plastic yang ada di desanya.


"Saya begitu sedih saat mengetahui kota saya (Gresik) menjadi tempat pembuangan sampah plastik dari negara maju," ungkap Nina, Rabu (22/1/2020).


Nina menuturkan sampah yang dia pungut memiliki merek yang berasal dari Negara Kanada, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa Negara maju lainnya.

Dirinya meminta agar Scoot bisa menghentikan pengiriman sampah yang tak bisa didaur ulang ke Indonesia.


"Berhenti mengirimkan campuran sampah plastik dan kertas ke Jawa Timur dan Indonesia. Tolong tarik dari Indonesia," katanya.


Sebelumnya Negara China, menerima buangan sampah dari negara kaya. Namun, sejak Juli 2017, Beijing menerbitkan larangan ekspor.


Karena itu, Negeri "Kanguru" ataupun negara maju lainnya mengalihkan sampah mereka ke negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Pada 2018, Australia mengirim 52.000 ekspor ke Jawa Timur, kenaikan hingga 250 persen dibanding ekspor empat tahun sebelumnya.


Sementara kantor PM Australia menyatakan jika mereka akan melarang ekspor sampah plastic, gelas hingga kaca pada bulan Juli mendatang.


"Seperti Nina, pemerintah kami berpikir isu utama memerangi sampah dilakukan demi lingkungan tempat kami maupun kawasan," tutur Canberra.


Australia mengaku akan mendukung langkah Indonesia mengurangi sampah laut hingga 20 persen, dan sampah darat hingga 30 persen.

You can share this post !