INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Tak Mau Kehilangan Ide Selama Darurat Covid-19, Seorang Ibu Produksi Masker Kain Bermotif

Nuzul Nugraheni

16 April, 2020 17:57 WIB | INSPIRATAINMENT

Inspira TV - Tak Mau Kehilangan Ide Selama Darurat Covid-19, Seorang Ibu Produksi Masker Kain Bermotif

Foto: Nuzul Nugraheni

WABAH virus Corona atau Covid-19 yang telah merebak di Indonesia tak hanya berimbas dalam sektor pariwisata saja, melainkan juga menyentuh dalam sektor perekonomian. Pemerintah pun kini menerapkan kebijakan untuk physical distancing. Sepinya tempat-tempat wisata, juga berimbas kepada para pedagang. Hal ini sangat terasa berbeda, terlebih bagi masyarakat yang kurang mampu, yang kini harus berpangku tangan dalam mengais rejeki.

 

Adalah Izzah Fuady, perempuan kelahiran Pati, Jawa Tengah, kini tengah membantu perekonomian keluarganya. Ibu rumah tangga satu anak itu, selalu mencari ide-ide kreatif dalam membuka usaha rumahan. Tak ingin bosan selama di rumah saja, Izzah pun tetap produktif dalam mencari pundi-pundi tabungan.

 

Pandemik Covid-19, membuat dia tak kehilangan ide. Bermula hanya ingin membuat untuk tutorial konten di youtubenya, dengan bermodal kreatifitasnya, serta kelihaiannya dalam menjahit, ia pun kemudian berniat membuka usaha untuk membuat masker kain. Produksi masker kain motif miliknya, berbeda dengan yang lainnya, lantaran ia hanya mengerjakan dalam bentuk usaha rumahan.

 

Berbeda dengan pengerjaan hasil konveksi yang dapat menghasilkan banyak masker kain, dengan menggunakan mesin jahit portable ala rumahan, Izzah hanya mampu mengerjakan 40 masker kain dalam sehari nya.

 

“Ya karena aku pakainya mesin jahit portable yang kecil itu, jadi merasa kesulitan untuk membuat masker kain motif dengan cepat, apalagi kalau customer pesan nya banyak, dan gak sabar untuk menunggu. Apalagi di rumah kan juga masih ngurus banyak hal, ini ada anak juga yang masih kecil. Paling sehari mentok itu Cuma bisa bikin 40 masker kain motif,”  ungkap Izzah Fuady yang juga guru ngaji TPA tersebut, saat ditemui di kediamannya, Kamis (16/4/2020).

 

Ia mengaku terkadang merasa kesulitan dan kewalahan dalam proses pembuatannya. Bahkan sang suami pun turut membantu dalam proses pembuatan dengan memotong-motong kain. Pengerjaan yang hanya dilakukan seorang diri, dan terpaksa menambah waktu lembur. Terkadang Izzah pun bisa mengerjakan dari pagi hingga malam hari. Lambat laun masker kain motif miliknya, mendapatkan pesanan dari berbagai daerah, bahkan sempat mendapat pemesanan hingga 5 lusin.

 

Bahan-bahan yang kini kian menipis membuat dia juga merasa kesulitan dalam mencari nya, ditambah dengan harga bahan yang kini juga melambung tinggi. Jika biasanyan bahan kain perca yang untuk pembuatan masker kain nya ia dapatkan dengan harga Rp. 35.000/kg, kini naik menjadi Rp.45.000/kg.

 

“Sekarang harga bahan pada naik semua, kadang juga berubah-ubah jadi kadang bingung juga untuk nentuin harga jual masker kain nya. Belum lagi kalau dapat kain perca nya tebal, itu juga susah dalam menjahitnya, atau dapat kain nya terlalu kecil jadi ya harus cari lagi. Ditambah karet pengaitnya ini pun sekarang juga susah didapat, kalau ada pun harganya udah melambung tinggi bisa sampai Rp.100 ribuan,” tuturnya.

 

Sedangkan untuk harga jual masker kain motif miliknya ini, yang semula ia jual dengan harga Rp.5.000, kini terpaksa ia naikan menjadi Rp.6.000 untuk pemesanan dengan model masker hijab, serta Rp.6.500 untuk model masker non hijab.

 

“Ya soalnya emang harga bahan-bahan nya sekarang pada melambung tinggi juga. Ini masker kain refill tisu, jadi tingkat efektifitasnya 71%. Kalau produk rumahan emang sedikit berbeda soalnya partai kecil, beda dengan produk konveksi yang partai besar bisa sampek Rp.20.000 – Rp. 30.000/meter nya. Harga jual pun juga beda,” terangnya.

 

Izzah yang kini tinggal di Bandung, Jawa Barat, bersama dengan suaminya tersebut mengaku, selama produksi masker kain motif rumahan bisa mendapatkan omzet sekitar Rp. 2 juta setiap 3 minggu. Omzet tersebut, belum termasuk modal. Tetnu saja hal itu dirinya bias terlepas dari cekikan ekonomi yang menghimpit selamas situasi darurat Covid-19.

 

“Ya alhamdulillah, dengan pemasukan seperti ini, setidaknya dengan adanya kesempatan gak boleh keluar rumah ini, bisa membuat ibu rumah tangga menjadi lebih produktif lagi. Syukur-syukur bisa membantu perekonomian keluarga yang lagi gak tentu kayak gini,” tegasnya. (MSN)

 



You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN