INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Terganjal Covid-19, Bikin Pameran Batik Virtual Supaya Pekerja Tetap Berkreasi

Happy Adisti

24 April, 2020 11:47 WIB | INSPIRATAINMENT

Inspira TV - Terganjal Covid-19, Bikin Pameran Batik Virtual Supaya Pekerja Tetap Berkreasi

Foto : Istimewa

BANDUNG INSPIRA.TV,-  Himbauan dari pemerintah untuk bekerja dari rumah, membuat ratusan pekerja Rumah Batik Komar terpaksa dirumahkan dan tidak bekerja sementara waktu. Agar para pekerja tetap bisa berkreasi dari tempat tinggal masing-masing, Rumah Batik Komar menggelar Pameran Batik Virtual yang berlangsung dari hari ini hingga 30 April 2020.

 

Dr. Komarudin Kudiya selaku Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBNI) mengatakan, pameran ini ingin memberikan manfaat dan bentuk tanggung jawab Rumah Batik Komar  kepada ratusan pekerjanya.

 

"Melalui pameran ini kami menjaga semangat berkarya dan terus mengembangkan hasil karya seni batik dalam menjaga pelestarian budaya batik tradisional Indonesia, juga sebagai alat komunikasi antara seniman batik dengan sang apresiator," ujar Komarudin dalam rilis persnya, Jumat (24/4/2020).

 

Pameran Virtual ini merupakan pameran pengganti yang seharusnya dilaksanakan di Jakarta pada Maret hingga Agustus 2020.

 

"Ada beberapa tema yang kami usung dalam pameran virtual ini, yakni tema megamendung batik Cirebon Jawa Barat. Selanjutnya, akan kami pamerkan tema buketan, motif batik pagi sore, batik tiga negeri, shibotik (Shibori Batik), dan ragam batik Jawa Barat lainnya," jelas Komarudin.

 

 

Pameran Batik Megamendung kali ini hanya kurang lebih 40 potong atau 10 % dari seluruh total stok batik Megamendung terbaru yang diproduksi. Begitu pula dengan batik-batik lainnya yang akan dipamerkan, hanya sebagian dari sejumlah koleksi batik tahun 2020.

 

Untuk menggenjot penjualan, Rumah Batik Komar masih melakukan penjualan melalui sistem online.

 

"Pemasaran online untuk saat sekarang sudah merupakan kewajiban  bagi UKM Batik Indonesia, dikarenakan adanya keterbatasan melakukan pemasaran bertemu langsung dengan konsumennya," tambahnya.

 

Meski begitu, Rumah Batik Komar tetap menggaji karyawan lepas sebesar Rp 25 ribu perhari. Sementara karyawan lainnya tetap diberikan gaji pokok, tanpa bonus karena sejak pertengahan Maret sudah tidak ada penjualan batik yang signifikan. (MSN)



You can share this post !