INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Mengenal Masjid yang Menjadi Ikon Wisata Religi di Indonesia

Redaksi Inspira TV

29 January, 2020 13:14 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Mengenal Masjid yang Menjadi Ikon Wisata Religi di Indonesia

Foto : Ilustrasi / Google.com

INSPIRA.TV,- Bagi Anda yang ingin berwisata religi, tentu saja di Indonesia banyak kawasan objek wisata religi yang bisa dikunjungi. Terutama wisata religi Islami, karena Islam sendiri merupakan mayoritas agama di Indonesia. Indonesia sendiri banyak kawasan masjid yang selalu di datangi oleh masyarakat dalam negeri maupun mancanegara. Mau tau mana saja ?

 

1.Masjid Istiqlal


Semuanya pasti sudah menginjakan kaki di Ibukota Negara Indonesia, yakni Jakarta. Nah, jalan-jalan ke Jakarta belum lengkap rasanya jika Anda belum mengunjungi Masjid Istiqlal. Masjid Nasional negara Republik Indonesian ini berlokasi di dekat Monumen Nasional di pusat kota.


Tahukah Anda, masjid yang diprakarsai Presiden Sukarno, yang sedang menjabat kala itu, ternyata didesain oleh seorang arsitek beragama Kristen Protestan bernama Frederich Silaban? Dengan peletakan batu pertama pada tanggal 24 Agustus 1951, masjid ini didesain dengan gaya arsitektur modern.


Lantai dan dindingnya dilapisi dengan marmer yang dihias dengan ornamen geometrik yang terbuat dari baja anti karat. Memiliki bangunan utama yang terdiri dari lima lantai, serta sebuah raksasa dengan diameter 45 meter sebagai mahkotanya. Kubah ini ditopang menggunakan 12 tiang besar.


Terdapat satu lantai dasar pada masjid ini serta menara tunggal yang menjulang di sudut selatan selasar masjid dengan tinggi total 96,66 meter. Di mana sebanyak 200.000 jamaah mampu ditampung masjid ini. Itu sebabnya berbagai aktivitas sosial dan kegiatan berbagai organisasi Islam di Indonesia dilakukan di masjid ini.

 

2.Istana Maimun


Jika ingin tahu sejarah keemasan kesultanan Deli, maka Anda dapat berkunjung ke Istana Maimun. Dibangun pada tanggal 26 Agustus 1888 oleh keturunan ke 9 Kesultanan Deli, Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana dengan 30 ruangan ini memiliki luas 2.772 m2 dan berlokasi di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun.

 

Istana yang baru diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891 ini dari arsitekturnya memperlihatkan alkulturasi antara budaya timur atau melayu yang islami dengan Eropa. Banyak sekali ornamen-ornamen bergaya Eropa, seperti meja, lemari, kursi, lampu hingga pintu dorong.

 

Untuk pengaruh Ismal sendiri dapat terlihat dari atapnya yang berbentuk lengkung menyerupai perahu terbalik. Di mana desain tersebut menyerupai desain pada bangunan-bangunan yang berada di kawasan Timur Tengah.

 

3. Mesjid Baiturrahman


Masih ingatkah Anda dengan masjid yang tetap kokoh berdiri pada saat terjadinya bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam? Masjid ini bahkan pada saat itu menjadi tempat berlindung umat muslim dan non muslim.


Masjid Baiturrahman merupakan salah satu bangunan bersejarah di wilayah Aceh. Masjid ini menjadi ikonik untuk wiklayah yang berjuluk Kota Serambi Mekkah. Masjid ini dibangun pada masa Kesultanan Aceh. Namun pada 10 April 1873, masjid ini pernah hancur akibat serangan Belanda ke Koetaradja (Banda Aceh). Hal ini lah yang menjadi pemicu perlawanan masyarakat Aceh untuk mengusir penjajah dari tanah air. Dalam peristiwa tersebut menyebabkan Belanda kehilangan Major General Johan Harmen Rudolf Köhler, panglima mereka pada 14 April 1873.


Akhirnya pada tahun 1879-1881 M, masjid Baiturahman dibangun ulang dengan arsitektur yang mengadaptasi gaya Moghul (India) desain de Bruchi. Pembangunan ini dilakukan atas perintah Jenderal Van Der Heijden untuk meredakan pemberontakan rakyat kala itu.

 

4.Masjid Terapung

Ini dia masjid kebanggaan masyarakat Ternate yang memiliki keindahan panorama alam tiada tara. Berada di Pantai Sewiring, Ternate, Provinsi Maluku Utara, Masjid Terapung Al-Munawar dibangun pada tahun 2003 di atas laut. Masjid seluas 6 hektar ini sangat indah dan megah, bahkan mampu untuk menampung sekitar 15.000 jamaah.

 

Pada sisi-sisi masjid terdapat 4 menara menjulang tinggi. Pemandangan di sekitarnya pun sangat indah. Memiliki latar Gunung Gamalama dengan pancaran sinar lampu masjid pada malam hari, serta gugusan pulau Tidore dan pesisir Halmahera menciptakan pemandangan yang sangat luar biasa.

 

5.Masjid Raya Bandung


Ini dia salah satu ikon kebanggan kota Bandung. Masjid Raya Bandung yang dibangun sejak tahun 1812 ini berlokasi di Alun-Alun Kota Bandung, dekat ruas Jalan Asia-Afrika. Masjid ini selalu ramai pengunjung, terutama yang ingin melakukan ibadah shalat, dan terbuka untuk umum.


Pada awalnya masjid merupakan rumah panggung tradisional dengan atap dan dinding dari rumbia. Dikarenakan terjadi kebakaran pada tahun 1825 di sekitar alun-alun, masjid ini ikut direnovasi oleh pemerintah. Bagian atap dan dindingnya diganti menggunakan material kayu.


Masjid ini direnovasi kembali pada saat A Wiranatakusumah IV menjadi Bupati Bandung. Dengan model menyerupai tiga susun limas besar yang tinggi menjulang, material masjid juga diganti dengan dinding menggunakan batu-bata serta genteng untuk atap.

 

Beberapa tahun kemudian renovasi terus dilakukan beberapa kali. Pada tahun 2001 masjid direnovasi dengan empat arsitek terlibat kala itu yaitu Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya, Ir.H.Keulman, Ir.H.Arie Atmajaya dan Ir.H Nu’man. Ditata menjadi bagian penting dari alun-alun kota Bandung, masjid ini diresmikan pada 13 januari 2004 dengan nama resmi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat. (GGP)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN