INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Nafas Sang Maestro Campur Sari dari Pengamen Hingga Jadi The Godfather of Broken Heart

Edt: Masnurdiansyah

05 May, 2020 10:02 WIB | INSPIRATAINMENT

Inspira TV - Nafas Sang Maestro Campur Sari dari Pengamen Hingga Jadi The Godfather of Broken Heart

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA.TV,- Sobat ambyar berduka. Indonesia kehilangan penyanyi maestro campur sari Didi Kempot (53) yang meninggal dunia pada, Selasa (5/5/2020) pagi.

 

Dikabarkan Didi Kempot sempat kejang, pada Senin (4/5) malam diduga akibat serangan jantung.

 

"Didi Kempot meninggal dan saat ini jenazahnya masih di kamar Jenazah Rumah Sakit Kasih Ibu," ujar Lilik, kakak kandung Didi Kempot.

 

Didi Kempot menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 07.30 WIB. Penyebab Didi Kempot meninggal diduga karena kelelahan, saat syuting mempersiapkan lagu duet bersama penyanyi spesialis tambag lawas, Yuni Shara.

 

Melihat karir Didi Kempot yang kini berada di atas puncak, tak terlpeas dari hasil kerja kerasnya. Lalu bagaimana dengan perjalanan karier The Godfather of Broken Heart?

 

Sosok Didi Kempot kembali menjadi sorotan karena hampir semua lagunya disukai masyarakat. Lagu-lagunya yang bertema patah hati, membuat Didi Kempot dijuluki The God Father of Broken Hearth.

 

Istilah tersebut sering dipakai penggemar Didi Kempot, Sad Bois dan Sad Gerls atau biasa disebut Sobat Ambyar. Didi Kempot semasa masih duduk di bangku SMP pernah menjual sepeda pemberian bapaknya demi untuk membeli sebuah gitar.

 

Didi Kempot memulai kariernya pada tahun 1984 sebagai pengamen jalanan. Hanya dengan modal ukulele dan gendang, Didi Kempot mulai mengamen di kota kelahirannya yakni Solo, selama tiga tahun (1984-1986).

 

Setelah menjalani kehidupannya sebagai pengamen Didi Kempot muali memberanikan diri mengadu nasib ke Yogyakarta. Di sana Didi Kempot menjadikan area Jalan Malioboro sebagai lokasi panggungnya.

 

Selama itu, Didi Kempot menyanyi lagu keroncong dangdut (congdut) yang kemudian dikenal masyarakat dengan musik campursari. Pada 1988, dirinya mulai merantau ke Ibukota Jakarta.


Selama di Jakarta, Didi Kempot berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di wilayah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen. Sejak saat itulah julukan Kempot yang merupakan kependekan dari kelompok pengamen trotoar terbentuk.

 

Sambil mengamen di Jakarta, Didi Kempot dan temannya mencoba rekaman. Kemudian, mereka menitipkan kaset rekaman ke beberapa studio musik di Jakarta. Pada tahun 1989 tepatnya, Didi kempot mulai meluncurkan album pertamanya. Salah satu lagu andalan pada albumnya tersebut adalah Cidro

 

Semenjak itulah, nama Didi Kempot mulai dikenal luas masyarakat Indonesia hingga beliau tutup usia. (GGP)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN