INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Disparbud Sleman Nilai Sepak Terjang Didi Kempot Lestarikan Budaya Patut Dicontoh

Nuzul Nugraheni

05 May, 2020 15:31 WIB | INSPIRATAINMENT

Inspira TV - Disparbud Sleman Nilai Sepak Terjang Didi Kempot Lestarikan Budaya Patut Dicontoh

Foto : Ilustrasi

SLEMAN INSPIRA.TV,- Julukan “The Godfather of Broken Heart”, bagi penyanyi maestro campur sari Didi Kempot akan terus melakat di hati para sobat ambyar. Bapak patah hati nasional tersebut, kini telah berpulang. Kabar duka tersebut langsung menyebar seantero jagat sosial media.

 

Dionisius Prasetyo atau dengan nama beken Didi Kempot tersebut meninggal pada Selasa (5/5/2020) pukul 07.30 di Rumah Sakit Kasih Ibu di Solo. Kabar mengagetkan itu, sontak membuat para sobat ambyar semakin menyayat hati.

 

Berbagai ucapan bela sungkawa untuk mendiang Didi Kempot pun turut membanjiri linimasa media sosial. Ucapan bela sungkawa turut datang dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, DIY.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian penyanyi pria kelahiran 31 Desember 1966 tersebut.

 

“Kami atas nama keluarga besar Dinas Kebudayaan Sleman turut berduka cita semoga almarhum khusnul khotimah dan diterima disisiNya dan tentu kami semua merasa kehilangan dengan meninggalnya mas Didi Kempot sebagai penyanyi jawa yang meng Indonesia bahkan meng Internasional,” ungkap Aji Wulantara, Selasa (5/5/2020).

 

Menurutnya, Didi Kempot merupakan salah satu penyanyi yang sangat menggaungkan budaya-budaya jawa lewat berbagai tembang atau lagu-lagu ciptaannya. Hal inilah yang patut dicontoh untuk seluruh kalangan dalam melestarikan budaya jawa.

 

“Saya kira sepak terjangnya perlu dicontoh bersama bagaimana mempromosikan budaya jawa dikalangan Internasional tidak hanya nasional saja dan kami akan tetap lestarikan, melestarikan lagu-lagu mas Didi Kempot ini,” tuturnya.

 

Aji Wulantara juga menyampaikan pihaknya juga telah merencanakan untuk menggelar acara Kadang atau Karuh Budaya dalam tembang, yang nantinya menampilkan tujuh buah lagu karya Didi Kempot yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 Mei 2020.

 

“Semestinya pada tanggal 7 Mei ini punya acara yang berkaitan dengan lagu-lagunya mas Didi Kempot dalam acara kadang atau karuh budaya dalam tembang yang rencananya nanti akan disiarkan langsung secara live streaming melalui channel Dinas Kebudayaan Sleman. Tapi karna hal ini dan masih dalam suasana duka, acara tersebut terpaksa kami undur, yakni tanggal 16 Mei 2020 ini sekaligus untuk mengenang kepergian mas Didi Kempot,” terangnya.

 

Aji juga mengajak masyarakat untuk turut tetap melestarikan budaya jawa dengan melihat sepak terjang yang berhasil dilakukan oleh Didi Kempot.

 

“Tentunya kami semua akan melanjutkan gaya-gaya mas Didi Kempot bagaimana mengkampanyekan budaya jawa supaya dicinta masyarakat nusantara bahkan Internasional. Agar budaya jawa akan terus lestari sampai kapanpun,” pungkasnya.

 

Salah satu lagu berjudul“Ojo Mudik” adalah ciptaan Didi Kempot terbaru, menceritakan kondisi saat ini yang tengah dilandapandemi Covid-19. Lagu anyar tersebut menjadi sebuah persembahan karya terkahir dari sanga maestro. Lagu itu dibuat agar masyarakat bisa mendengarkan dan tetap menaati peraturan pemerintah dengan anjuran larangan mudik. (MSN) 

 

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN

INSPIRA HALAL
Adab Ketika Mendapati Mimpi Buruk

20 September, 2020 | 17:54 WIB