INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Polisi Temukan Fakta Baru Soal Tewasnya Wanita Cantik di Medan

Hendra Mulya

08 May, 2020 11:17 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Polisi Temukan Fakta Baru Soal Tewasnya Wanita Cantik di Medan

Foto : Ilustrasi

MEDAN  INSPIRA.TV,- Fakta baru mulai terkuak saat pihak kepolisian melaksanakan pra rekonstruksi kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Komplek Cemara Asri, Jalan Duku No 40 Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (7/5) kemarin.

 

Dari pra rekonstruksi tersebut bahwa muncul dugaan peristiwa tersebut dilakukan oleh lebih dari dua orang. Selain Michael (22) polisi juga menghadirkan Jefri (24) penghuni rumah di lokasi pembunuhan. Saat rekonstruksi berlangsung, Jefri memakai penutup wajah (sebow), sedangkan Michael tidak memakai penutup wajah, namun mengenakan bet bertuliskan tersangka.

 

Dari adegan rekontruksi itu, petugas mengindikasikan pembunuhan tidak murni dilatarbelakangi persoalan asmara. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, menyampaikan, tidak tertutup kemungkinan tersangka berjumlah lebih dari satu orang.

 

"Bisa jadi dalam kasus ini ada dua atau tiga tersangka. Yang pasti kasus ini masih terus kita dalami," kata dia , Jumat (8/5/2020).

 

Ada lima orang yang dihadirkan, yakni Jefri dan Michael, kedua orang tua korban dan seorang wanita diduga ibu Jefri.

 

Awal pra rekonstruksi, kelima orang yang dihadirkan itu diborgol, namun untuk kedua orang tua korban tidak diborgol, dan hanya memakai bet saksi saja. Sedangkan, tiga orang yakni Jefri, Michael, dan seorang wanita diduga ibu Jefri tetap memakai borgol.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Elvina (21) diduga dibunuh secara sadis di rumah Jefri yang berada di Jalan Duku Kompleks Cemara Asri, Rabu (6/5) malam. Dia nyaris tak dikenali. Tubuhnya penuh luka dan terbakar.

 

Di samping tubuh Elvina didapati Michael dalam kondisi sekarat. Dia diduga menenggak cairan pembunuh serangga. Tubuh Elvina ditemukan Michael yang mengaku meninggalkan keduanya di rumahnya. Dia kemudian memberitahukan kejadian itu kepada kedua orang tuanya.

 

Dugaan awal, Michael lah pelaku pembunuhan itu, lalu mencoba bunuh diri. Dugaan ini diperkuat dengan adanya secarik kertas yang ditemukan di lokasi kejadian.

 

"Saya sangat mencintai Elvina sehingga saya membunuh karena pihak dari keluarga tidak menyetujui saya. Saya mau bunuh diri. Cinta Elvina (lambang love) Acai," tertulis pada kertas itu.

 

Kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Jasad Elvina diautopsi, sedangkan Michael menjalani perawatan medis. (MSN) 

 

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN