INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Koperasi dan Asosiasi Pedagang Pasar Luncurkan Aplikasi

Agustian Putra

08 May, 2020 16:41 WIB | INSPIRA TEKNO

Inspira TV - Koperasi dan Asosiasi Pedagang Pasar Luncurkan Aplikasi

Foto: Istimewa

BANDUNG INSPIRA.TV,- Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meluncurkan program aplikasi 'dipasar' guna membantu masyarakat luas belanja dari rumah di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (8/5) dihadiri Menteri perdagangan Agus Suparmanto serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.


Aplikasi ini biasa melayani pembelian kebutuhan bahan pangan dari rumah, sekaligus memberi layanan pengantaran barang ke rumah masing-masing.


Saat ini, aplikasi tersebut dapat digunakan di Kota Bandung dan secara bertahap telah terhubung dengan beberapa pasar tradisional di sekitarnya yaitu Pasar Sederhana, Pasar Cijerah, Pasar Kosambi, Pasar Ciwastra, Pasar Ujung Berung, maupun Pasar Andir.


Ketua Umum INKOPPAS yang juga Ketua Umum APPSI,  Ferry Juliantono mengatakan aplikasi ‘diPasar’ ini untuk memudahkan transaksi antara masyarakat dengan para pedagang pasar secara digital di berbagai lokasi dan kota.


"Inisiatif ini merupakan salah satu langkah untuk memastikan bahwa kebutuhan pokok di tengah masyarakat dapat tetap terpenuhi serta terjamin ketersediaannya. Terlebih lagi pada saat Ramadan dalam situasi masyarakat sekarang ini yang mengalami pembatasan sosial berskala besar di provinsi Jawa Barat," jelas Ferry.


Program ini juga menyediakan aplikasi khusus untuk para pedagang pasar di berbagai tempat.


Untuk tahap pertama, kata Ferry, para pedagang pasar dapat menerima pembayaran digital dari pelanggan, melakukan pembayaran retribusi, hingga penjualan Payment Point Online Bank (PPOB).

Sedangkan tahap kedua, aplikasi akan dilengkapi dengan kemudahan proses pemesanan ke pihak supplier (pemasok barang). 

"Pandemi COVID-19 ini sudah tentu memberikan dampak yang besar bagi sektor perdagangan serta ekosistem pendukungya, termasuk di antaranya 12,6 juta pedagang pasar di seluruh Indonesia. Di samping itu, penerapan aturan social distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah menyebabkan pula semakin berkurangnya kunjungan masyarakat ke pasar tradisional secara signifikan," tambah Ferry. 

Sementara itu, Mendag Agus Suparmanto mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan digital bagi pedagang pasar dan masyarakat.

"Selain sebagai solusi pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat selama pandemi COVID-19, inisiatif dan program ini diharapkan dapat mendorong digitalisasi pasar tradisional di Indonesia, sehingga perekonomian pasar serta ekosistem pendukungnya akan semakin kuat di masa mendatang," kata Agus. (HAP)

You can share this post !