INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ini Cara Kelola Stress Saat Pandemi Bagi Para Penderita Lupus

Dhani Irawan

11 May, 2020 09:26 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Ini Cara Kelola Stress Saat Pandemi Bagi Para Penderita Lupus

Foto: Ilustrasi

SLEMAN INSPIRA.TV,- Melakukan physical distancing dalam waktu relatif lama dan situasi yang penuh dengan ketidakpastian tidak dipungkiri menimbulkan kecemasan dan rasa stress, yang tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental, tetapi juga kesehatan fisik manusia.


Stress bisa memicu munculnya berbagai penyakit, termasuk pada pasien lupus.


Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof.Dr.dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR mengungkapkan, stress menjadi salah satu faktor pemicu kambuhnya penyakit lupus.


"Stres, kecapekan, dan berjemur matahari bisa membuat penyakit ini kambuh,” ujarnya saat dihubungi Senin (11/5).


Oleh sebab itu dia mengimbau orang dengan lupus (odapus) sebisa mungkin menghindari agar tidak kelelahan, tidak stres, dan tidak melakukan aktivitas berjemur matahari. 

Lupus merupakan penyakit autoimun yang disebabkan sistem imun menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. Karenanya orang dengan lupus atau odapus memiliki risiko terhadap berbagai jenis infeksi bakteri maupun virus.

“Kondisi kekebalan odapus itu tidak sempurna, tetapi kalau patuh minum obat sesuai petunjuk dokter kondisinya diharapkan akan baik-baik saja layaknya orang normal,” jelasnya dalam rangka memperingati Hari Lupus Dunia yang jatuh setiap tanggal 10 Mei kemarin.

Dia menyebutkan bahwa sistem kekebalan tubuh menjadi pertahanan utama terhadap kuman serta penyakit. Sementara odapus lebih rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh bekerja secara berbeda dari orang pada umumnya. Sistem kekebalan pada odapus bekerja terlalu aktif dan menyerang tubuh sendiri.

Untuk itu dia kembali menekankan kepada odapus untuk rutin memeriksakan diri ke dokter dan mengonsumsi obat agar lupus bisa dikendalikan.

Dengan rutin konsumsi obat akan mengurangi kerentanan atau risiko terhadap infeksi bakteri atau virus, termasuk Covid-19. 

“Asalkan minum obat dengan baik dari dokter risiko infeksi kuman bisa ditekan, tapi kalau tidak patuh minum obat ya rentan," kata Ketua Departemen Penyakit Dalam FKKMK UGM itu.

Lupus bisa menyerang siapa saja di segala usia. Kendati begitu, penyakit ini kebanyakan diderita oleh wanita usia produktif. Sekitar 80-85% penderita lupus merupakan wanita.


Pakar Rematologi ini menyebutkan hingga saat ini penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah faktor diduga beperan pada patofisiologi lupus seperti genetika, infeksi, polusi, dan makanan tidak sehat.

“Lupus tidak bisa disembuhkan secara total, tetapi ada yang namanya remisi,” jelasnya.

Remisi merupakan kondisi klinis sama seperti orang normal. Namun ada yang tetap membutuhkan obat dan pada beberap kasus bisa lepas obat.

Meski tidak dapat disembuhkan, lupus bisa dikendalikan dengan rutin memeriksakan diri ke dokter. Penyakit ini menjadi bahaya jika tidak terkontrol dan ditangani dengan baik. Pasien akan sulit tertolong apabila lupus telah meyerang organ dalam seperti ginjal, paru-paru, hingga otak. (HAP)

You can share this post !