INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Pentingnya Bangun Pola Pikir Kritis Masyarakat di Tengah Pandemi

Nuzul Nugraheni

11 May, 2020 16:21 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Pentingnya Bangun Pola Pikir Kritis Masyarakat di Tengah Pandemi

Foto: Istimewa

SLEMAN INSPIRA.TV,- Wabah covid-19 membuat masyarakat dapat mengolah kreatifitas masing-masing serta dapat menyerap berbagai pengetahuan.


Adanya pandemi covid-19 menjadikan masyarakat Indonesia mulai banyak menyerap pengetahuan, karena derasnya arus informasi yang diterima.


Hal tersebut juga diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara RI, Pratikno saat mengisi acara Gebyar Ramadan Mardliyyah secara daring, yang digelar oleh kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu (10/5) malam.


Meski demikian, Pratikno juga melihat bahwa tidak semua informasi tersebut sesuai dengan fakta atau hoaks.


"Informasi yang banyak saling mencuri perhatian masyarakat, entah itu benar atau salah. Masyarakat memerlukan penyaring. Kalau berdasarkan hemat saya penyaring tersebut adalah berpikir kritis,” ujar Pratikno.


Menurut menteri BUMN Erick Thohir, pemerintah saat ini telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan bangsa ini. Namun, pemerintah juga tetap menjaga agar masyarakat tidak mengalami kepanikan dalam menjalankan program maupun kegiatannya.


“Dua hal yang perlu masyarakat tanamkan dalam menghadapi pandemic ini, yakni bersih dan disiplin. Mereka perlu berpikir bersih dalam menerima setiap informasi yang mereka dapat. Selain itu, mereka juga perlu disiplin dalam berperilaku. Kami sudah memberi arahan-arahan apa yang harus dilakukan, tinggal bagaimana mereka mematuhinya,” ungkap Erick.


Dari sisi akademisi seperti UGM, menurut Rektor UGM Panut Mulyono, pihaknya telah mengarahkan seluruh akademisinya baik melalui edukasi maupun turun lapangan selama pandemic. Salah satu yang telah diwujudkan oleh UGM adalah dengan pembuatan buku saku covid-19.


“Kami siap membanjiri arus informasi masyarakat dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Salah satu yang telah berhasil kami wujudkan adalah dengan pembuatan buku saku covid-19 dengan beragam bahasa dan kini telah disebarkan ke berbagai daerah. Hal itu sebagai upaya kami untuk memberikan informasi yang relevan mengenai covid-19,” kata Panut Mulyono.


“Kami akan selalu terbuka jika pemerintah ingin melakukan kerjasama dalam upaya penanggulangan covid-19. Dengan demikian, pandemic ini akan segera terlewati,” tambahnya. (HAP)


You can share this post !