INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Indogrosir Jadi Klaster Baru di DIY, Pemkot Yogyakarta Gelar Rapid Test

Dhani Irawan

13 May, 2020 11:44 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Indogrosir Jadi Klaster Baru di DIY, Pemkot Yogyakarta Gelar Rapid Test

Foto: Ilustrasi

SLEMAN INSPIRA.TV,- Ditetapkannya pusat perbelanjaan Indogrosir Mlati, Sleman sebagai klaster baru penyebaran Covid-19 tidak hanya membuat sibuk Pemkab Sleman, tetapi juga Pemkot Yogyakarta.


Banyaknya warga Kota Yoyakarta yang berbelanja di Indorosir dalam rentang waktu akhir April hingga awal Mei 2020 ini mendorong Pemkot Yoyakarta ikut menggelar Rapid Test untuk warganya yang berbelanja saat itu.


Rapid test yang digelar Pemkot Yogyakarta fokus dilakukan dengan  kriteria khusus, terutama yang berhubungan dengan klaster Indogrosir yang berkembang di Sleman.


"Jadi ini (rapid test massal) dalam rangka memang kita men-tracing atau juga menemukan kasus-kasus yang terkait dengan klaster Indogrosir," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi kepada wartawan di Puskesmas Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Rabu  (13/5/2020).


Berbeda dengan cara yang dilakukan di Sleman yang memusatkan Rapid Test di satu tempat, di GOR Pangukan, Pemkot Yoyakarta menggelar Rapid Test tersebar di 18 Puskesmas kelas 1 di wilayah Yoyakarta.


"Rapid test ini diselenggarakan dalam 3 hari dan kita sebar di 18 Puskesmas (yang ada di Kota Yogyakarta). Dari 18 itu, Puskesmas Tegalrejo ini yang paling banyak peserta rapid test-nya dengan 93 orang," ucapnya.

Menurut Heroe, untuk rapid test kali ini disediakan kuota untuk 700 orang, tetapi dari kapasitas itu hanya 343 orang yang telah mendaftar melalui laman corona.jogjakota.go.id.

"Karena mau tidak mau kita harus cepat untuk bisa menangkap petanya seperti apa, sebarannya seperti apa dan langkah apa yang harus kita lakukan selanjutnya." kata Heroe

Dari Rapid test yang digelar serentak di 18 puskesmas ini jika ada temuan hasil reaktif, Pemkot akan segera mengantar yang bersangkutan ke rumah sakit atau Shelter COVID-19 untuk menjalani isolasi dan pengambilan swab.

"Ini nanti kalau kita temukan reaktif kita langsung masukkan ke Rumah Sakit atau Shelter. Untuk Shelter sekarang sudah kita siapkan di Balai Diklat   Kemensos sebanyak 30 kamar. Kita juga menambah kamar-kamar di rumah sakit. Kalau kemarin hanya 40, saat ini sudah 95 kamar, berarti ada tambahan 55 kamar untuk mengantisipasi klaster Indogrosir," tutupnya. (HAP)

You can share this post !