INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Jelang Lebaran, BBPOM Bandung Temukan Makanan Berbahaya di Pasar Tradisional

Agustian Putra

15 May, 2020 20:48 WIB | INSPIRA FOOD

Inspira TV - Jelang Lebaran, BBPOM Bandung Temukan Makanan Berbahaya di Pasar Tradisional

Foto: Istimewa

KAB BDG INSPIRA.TV,- Jelang akhir Ramadhan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan sidak ke Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung. BBPOM menemukan beberapa makanan yang positif mengandung bahan kimia yang berbahaya.


Kepala BBPOM Bandung, Hardaningsih mengatakan sidak ke pasar tradisional merupakan yang pertama di tahun ini.


"Kebetulan kalau pasar tradisional ini baru kali pertama, tapi kemarin kita fokus pada makanan yangg telah diolah, dikemas, itu di retail sama tempat-tempat parcel," ujar Kepala BBPOM Jabar tersebut, Jumat (15/5/2020).

Dalam sidak tersebut, pihaknya mengambil beberapa sampel makanan yang dijual di Pasar Baleendah. Makanan yang diambil sampelnya antara lain terasi, ikan asin, cumi, udang rebon, baso dan baso goreng.

Tim BPPOM lalu membawa 35 sampel makanan. Setelah dilakukan test, sekitar 13 sampel menunjukkan positif menggunakan bahan kimia berbahaya.

"Ternyata dari 35 sampel ini yang positif ada 13," jelasnya.

Dari 13 sampel tersebut 2 mengandung formalin, 4 mengandung boraks, dan 6 menandung rodamin B atau pewarna tekstil, dan 1 yang mengandung rodamin B dan formalin.

"Positif formalin ada 2 yaitu cumi sama ikan rebon. Boraks ada 4, borak ada di bakso, kerupuk, bakso goreng (basreng) dan pacar cina," kata Hardaningsih.

"Kemudian yang mengandung pewarna tekstil atau rodamin B. Tadi kita nyampling tiga terasi padat dan positif semua. Kemudian terasi serbuk, rangginang sama kerupuk. Kemudian ikan rebon ini mengandung formalin dan rodamin B," ungkapnya. 

Menurut Hardaningsih, jumlah sampel yang positif di Pasar Baleendah cukup banyak.

"Baru di sini yang banyak, dari 35 sampel 13 yang mengandung bahan berbahaya, atau sekitar 30 persen," ujarnya.

Nantinya, BPPOM akan melakukan koordinasi dengan pemerintahan Kabupaten Bandung. Di mana pedagang tersebut harus mengetahui bahwa barang yang dijualnya mengandung bahan berbahaya.

"Kami harus memberikan peringatan dan sosialisasi bahwa barang-barang ini mengandung barang yang berbahaya. Dan tidak boleh dijual lagi. Dan dia harus ganti supplier," tegasnya.

Selain itu, BPPOM juga telah melakukan pengecekkan di beberapa toko retail dan penjual parcel. Parcel menjadi perhatian BPPOM karena sering menjadi hadiah ketika memasuki lebaran.

"Rata rata di supermarket tidak ada (ditemukan bahan berbahaya). Hampir zero. Paling kemasan penyok, sedangkan barang yang kadaluarsa sudah tidak ada," tutupnya. (HAP)


You can share this post !

BACA JUGA INSPIRA FOOD LAINNYA

ARTIKEL PILIHAN

INSPIRA HALAL
3 Macam Penyesalan di Hari Kiamat

02 September, 2020 | 11:31 WIB