INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Angka Pasien Sembuh di Kota Bandung Lebihi Angka Kematian Covid-19

Boby Roska

17 May, 2020 13:07 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Angka Pasien Sembuh di Kota Bandung Lebihi Angka Kematian Covid-19

Foto : Ilustrasi/Doc. Inspira.TV

BANDUNG INSPIRA.TV,-  Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, menyatakan, sampai saat ini grafik jumlah pasien sembuh terus mengalami peningkatan. Bahkan, jumlahnya sudah lebih tinggi dari angka kematian.

 

Dari data terbaru hingga Jumat (15/5) pukul 12.00 WIB kemarin, terpantau jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bandung sebanyak 279 kasus. Di dalamnya termasuk 36 dinyatakan meninggal dunia, dan 46 orang pasien berhasil pulih.

 

“Angka kesembuhan itu naik terus, berarti itu bisa sembuh. Ini beberapa pasien yang PDP ada yang masih dalam perawatan, dan mudah-mudahan mereka juga segera sembuh,” kata Ahyani di Auditorium Rosada, Jalan Wastukancana, Bandung, Minggu (17/5/2020).

 

Kendati reproduksi virus tersebut mampu terkendali, Ahyani mengingatkan, bukan berarti kondisi di lapangan aman. Justru masyarakat tetap harus lebih waspada dan semakin disiplin dalam mengikuti anjuran pencegahan.

 

Hingga saat ini, kata Ahyani, vaksin untuk Covid-19 ini masih terus dalam tahap pengembangan. Belum ada kepastian obat yang tepat. Sehingga, langkah terbaik untuk mengatasinya yakni dengan mencegahnya.

 

“Kita akan berhadapan dengan penanganan yang lama, tapi yang penting terkendali. Kecepatan penurunan curva itu tergantung kedisiplinan dan tanggung jawab semua masyarakat. Karena kalau belum ada vaksinnya, belum ada obat yang pasti maka upaya pencegahan ada di depan dan itu benar-benar jadi tanggung jawab kita semua,” katanya.

 

Ahyani mengatakan, jumlah ODP yang terdata secara keseluruhan ada 3.635 orang dan 798 orang PDP, baik yang sudah selesai maupun masih dalam perawatan. Angka ODP ataupun PDP terus bertambah mengingat upaya masif Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melacak penyebaran Covid-19.

 

“Kenapa ODP dan PDP naik? Itu ada masa inkubasi 14 hari, kemudian karena kita sudah ada di wilayah transmisi lokal. Seperti batuk, pilek atau ISPA itu juga kriterianya kita perlebar untuk dipantau,”tutur Ahyani.

 

Lebih lanjut Ahyani mengatakan. pihaknya terus mengumpulkan data ataupun analisis dari para ahli agar memperoleh informasi akurat mengenai pandemi Covid-19 di Kota Bandung. Hal itu menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan atau strategi penanganan Covid-19 di Kota Bandung.

 

“Jadi payung besarnya, kita sekarang sedang menanggulangi covid-19. Data ini kami peroleh dari kewilayahan, dari koordinator bidang atau mencari sendiri lewat survei ataupun meminta pendapat para ahli, ini diperlukan untuk pengambilan keputusan,” tandasnya. (MSN) 

 

 

You can share this post !