INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Lembaga Penyiaran dan Jurnalis Perlu Insentif Dari Pemerintah

Tim Redaksi

17 May, 2020 23:22 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Lembaga Penyiaran dan Jurnalis Perlu Insentif Dari Pemerintah

Foto Istimewa Ketua KPI Pusat, Agung Supario

BANDUNG, INSPIRATV,- Ketua KPI Pusat, Agung Suprio meminta agar pemerintah memberikan insentif terhadap lembaga penyiaran (LP) dan jurnalis. Hal ini karena LP dan jurnalis berada di garda depan untuk mengpropagandakan pencegahan Covid-19.


"Di Indonesia, propaganda penerapan protokol Covid-19 harus dilakukan  oleh LP dan para jurnalis sehingga nantinya warga akan patuh, disiplin, dan menjadi kebiasaan baru.    Di sini pemerintah harus memberikan insentif kepada LP dan para jurnalis," kata Agung Suprio dalam Webinar IJTI tentang Optimisme Jurnalis Di Era Covid-19, baru-baru ini. 


Agung membandingkan, di Vietnam, propaganda penerapan protokol Covid-19 dilakukan massif lewat LP dan Jurnalis. Mereka memberitakan peristiwa di lapangan di akhiri narasi optimisme bahwa wabah akan teratasi jika warga disiplin.  


Perlu diketahui, lanjutnya, sekalipun rating penonton tinggi disebabkan WFH, tidak serta merta diikuti dengan tingginya pemasangan iklan. Hal itu disebabkan industri pada umumnya mengalami stagnasi yang luar biasa. 


"Industri LP memangkas anggaran belanja iklan.  Jika kondisi ini terus berlangsung maka LP akan membuat pilihan yang paling mudah dan rasional yakni mengurangi karyawan yang sebagian di antaranya adalah para jurnalis," paparnya. 


Di negara2 lain pun, Agung beralasan, pemerintah memberi insentif. Kanada, umpamanya, berkomitmen untuk membantu 600 juta USD kepada Industri media. Denmark, Finlandia, Portugal, Jerman, dan India memberikan insentif kepada Jurnalis untuk membuat liputan tentang Covid-19. 


Agung mengakui bahwa pemerintah pun saat ini sedang kesulitan anggaran.  "Jika pun tidak Ada insentif, maka beban listrik, pajak kepada LP dapat ditinjau ulang atau pun BPJS tidak perlu dibebankan kepada Jurnalis dalam era Covid-19 ini."


Agung pun menggagas  penarikan pajak yang maksimal dari media baru (platform digital), seperti seperti Facebook dan YouTube. "karena selama ini mereka mendapatkan konten dari jurnalis dan LP, dan media baru menikmati keuntungan yang tidak sedikit," ujarnya. 


Lebih lanjut, dia menegaskan  pernyataan WHO yang mengatakan bahwa virus Covid-19 tidak akan pernah hilang penduduk bumi harus hidup dengannya. Pernyataan WHO mengajak Kita untuk hidup sesuai protokol Covid-19, seperi sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, pysichal distancing, dan pencegahan lainnya. 


"Vietnam yang sukses karena warganya displin menerapkan protokol Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari. Ini peran besar lembaga penyiaran dan jurnalis," tegasnya lagi. (ISN)







You can share this post !