INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Penuhi Kebutuhan Pasien Covid-19, UNHAS Makassar Ciptakan Ventilator Mekanik

Muhammad Imran

18 May, 2020 10:40 WIB | INSPIRA TEKNO

Inspira TV - Penuhi Kebutuhan Pasien Covid-19, UNHAS Makassar Ciptakan Ventilator Mekanik

Foto: Istimewa

MAKASSAR INSPIRA.TV,- Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Sulsel membuat alat bantu pernapasan yang diberi nama Venus (Ventilator Unhas). Alat bantu pernapasan (ventilator) ini dibuat untuk menunjang tugas Tim Satgas Covid-19 Unhas dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien.


Kepala Subdit Inovasi dan Kewirausahaan Unhas, Asmi Citra Maina mengatakan ventilator tersebut merupakan hasil inovasi para peneliti dan mahasiswa Unhas.


"Karya inovasi ini merupakan program LPPM dan Direktorat Inovasi Unhas. Sebagai kampus humaniversity, Unhas terpanggil untuk berkontribusi dalam upaya mengatasi pandemi. Ventilator saat ini merupakan instrumen yang vital dan dibutuhkan dalam jumlah banyak. Maka Unhas berupaya membuat ventilator yang mudah dioperasikan dan murah dalam perawatan,” ujarnya, Senin (18/05/2020).


Pengerjaan prototype Venus awalnya membutuhkan waktu dua minggu. Dalam proses produksi, Unhas bisa membuat 20-30 unit per minggu. Prototype Venus merupakan produk penelitian, sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun untuk produksi dalam jumlah banyak biayanya telah dapat ditekan.

Tim Peneliti Unhas belum dapat mengumumkan biaya yang dibutuhkan, namun jika terdapat permintaan tim ini akan dapat mengajukan kalkulasi.

“Ventilator Unhas siap produksi massal dan siap menjadi produk unggulan Unhas. Harga jual diperkirakan antara Rp 10.000.000,- sampai Rp 15.000.000, dengan bahan dan alat yang aman dan bisa digunakan sesuai standar dan protokol kesehatan dan keamanan produk,” tambahnya.

Melalui inovasi ini, diharapkan alat ini bisa membantu penanganan pasien. Selain itu, alat ini juga diharapkan memiliki keunggulan dalam hal daya saing. Sebagai produk hasil riset, produk ini diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai penggunaan di lapangan.

“Sebagai karya penelitian Unhas, kita berharap produk ini mampu diterapkan di rumah sakit dalam waktu yang tidak terlalu lama, setelah memperoleh sertifikat kelayakan. Kami sangat optimis, sebab pengoperasian alat ini lebih mudah,” tutupnya. (HAP)

You can share this post !