INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Kabar Gembira! Kementan Patenkan Antivirus Corona, Kapan Ya Diproduksi Massal?

Tim Redaksi

19 May, 2020 10:04 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Kabar Gembira! Kementan Patenkan Antivirus Corona, Kapan Ya Diproduksi Massal?

Foto: Istimewa/Dok.Kementan RI

JAKARTA INSPIRA.TV,- Indonesia resmi mematenkan tiga produk antivirus Corona dalam bentuk minyak aromatik, inhaler, dan kalung anti Corona berbahan dasar minyak atsiri (eucalyptus) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian. Sedangkan, produksi massalnya akan bekerjasama dengan PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang).


Namun apakah antivirus ini benar-benar efektif untuk membunuh virus corona?


"Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa menghasilkan suatu inovasi yang nantinya akan kita tanda tangan bersama dengan PT Eagle Indo Pharma yang berbasis euchalyptus," ujar Plt. Sekretaris Balitbangtan Syafaruddin dalam acara Penandatanganan Kerja Sama terkait Lisensi Formula Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus, Senin (18/5/2020) lalu. 


Menurut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, sebelum mematenkan ketiga produk tersebut pihaknya audah menguji berbagai tumbuhan yang berpotensi sebagai antivirus Corona.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling efektif ditemukan pada tanaman eucalyptus dengan memanfaatkan kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).


Senyawa tersebut dianggap paling berdampak menekan pertumbuhan berbagai jenis virus influenza termasuk Corona. Berdasarkan uji laboratorium Balitbang, eucalyptus mampu membunuh virus influenza, virus Beta dan gamma corona dalam skala 80-100%.


Selain itu senyawa aktif cineole ini berpotensi bisa membantu pencegahan COVID-19 karena senyawa ini dapat mengikat Mpro yang terdapat dalam virus Corona jenis apapun.


Mpro merupakan main protease (3CLPro) atau enzim kunci dari virus korona yang memiliki peran penting dalam memediasi replikasi dan transkripsi virus. Mpro inilah yang ditarget agar laju replikasi dan transkripsi virus menjadi terhambat.


"Kesimpulan kami bisa (membunuh COVID-19), karena bahan aktif yang dimiliki eucalyptus dan target bisa membunuh Mpro itu. Nah kandungan Mpro berlaku pada COVID-19 yang juga ada, dia bisa mereplikasi," kata Fadjri dalam keterangannya, Senin (18/5/2020).


Fadjry menerangkan cara kerja ketiga produk itu dalam menangkal virus Corona adalah dengan membunuh virus yang sempat masuk ke tubuh manusia dan menempel di tenggorokan sebelum akhirnya masuk ke paru-paru. Khusus untuk produk diffuser oil dianggap mampu membunuh virus yang ada di udara sebelum akhirnya masuk ke dalam tubuh manusia.


"Sekarang kita butuh cepat, toh kita sudah punya berapa dosis yang tidak membahayakan untuk tubuh, aman digunakan paling tidak mencegah penularan," tutur Fadjry.


Tapi, kapan ya antivirus ini diproduksi massal?


Produksi massal ketiga produk tersebut baru bisa dipasarkan setelah mendapat klaim Obat Herbal Tersandar (OHT) dan izin edar dari BPOM.


"Izin edar saja yang belum, mudah-mudahan ini bisa dipercepat, dibantu data dukungnya untuk melengkapi, sehingga tidak ada alasan untuk menjadi lama, selama data dukungnya dipenuhi mudah-mudahan itu bisa cepat," tutup Djufry.


Berikut produk-produk antivirus Corona yang telah dipatenkan tersebut:


1. Formula Aromatik Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578

2. Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis Eucalyptus dan Proses Pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574

3. Ramuan Serbuk Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580. (HAP)


You can share this post !