INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Komunitas Kusir Yogyakarta Pilih Pelet Hijauan Jadi Alternatif Pakan Ternak Kuda di Masa Pandemi

Nuzul Nugraheni

21 May, 2020 18:01 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Komunitas Kusir Yogyakarta Pilih Pelet Hijauan Jadi Alternatif Pakan Ternak Kuda di Masa Pandemi

Foto: Nuzul Nugraheni

YOGYAKARTA INSPIRA.TV,- Dampak pandemi covid-19 telah menjalar ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Lumpuhnya sektor perekonomian juga sangat dirasa penuh oleh kalangan masyarakat.


Tak hanya di rasa oleh perusahaan-perusahaan besar, namun juga masyarakat kalanga bawah. Sektor pariwisata yang juga merupakan sokongan pemasukan besar-besaran pun juga turut melemah.


Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Ali Agus menyatakan, lumpuhnya sektor pariwisata, juga turut berimbas pada kusir dokar (Andong) yang keberadaannya kerap di jumpai di wisata Yogyakarta.


Selain menjadi salah satu ikon wisata Yogyakarta, adanya pandemi covid-19 juga mempengaruhi pendapatan kusir karena penarikan andong pun tidak ada, sementara para kusir harus tetap memberi makan keluarga dan juga kuda nya.


“Kuda tidak mungkin dijual karena kuda tersebut adalah mitra kerja, dimana pada kondisi normal menjadi partner untuk menyambung kehidupan dari hiruk pikuknya para wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta. Tapi, saat covid-19 melanda, jangankan memberi makan keluarga, memberi makan kuda saja mengalami kesulitan,” ungkap Ali Agus.


Ali juga mengungkapkan jika dalam situasi normal para kusir andong meski tinggal di perkotaan, tidak kesulitan untuk mendapatkan pakan karena adanya penyetor dan uang untuk membeli pun masih ada.


Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif untuk melakukan aksi peduli untuk menopang kehidupan keluarga komunitas andong Yogyarakta, yakni dengan memenuhi pakan ternak kuda.


“Ini juga merupakan bagian dari mandat perguruan tinggi melalui tri dharma nya untuk menghasilkan terobosan riset yang produknya dapat bermanfaat bagi kemanusiaan, salah satu alternativ bagi darurat pakan ternak kuda pada komunitas andong Yogyakarta adalah penerapan teknologi tepat guna pelet hijauan pakan,” jelasnya.


Menurut Bambang Suwignyo, Dosen Fakultas Peternakan UGM pemberian pelet hijauan sebagai pakan ternak kuda ini memiliki beberapa keunggulan. Yakni dari bentuk pelet sudah berupa campuran bahan yang diperlukan dengan komponen utama adalah hijauan bernutrisi tinggi. Bentuk pelet ini akan memperkecil peluang ternak memilih, sehingga memperkecil peluang sisa pakan.


“Kemudian memudahkan manajemen ketika berada di lapangan, karena kering dan mudah di packing atau di mobilisasi (tidak volumenous), selanjutnya pakan hijauan ini juga awet, yakni dapat disimpan lama dibanding dengan pakan segar,” jelas Bambang.


Selain itu, menurutnya pelet hijauan ini memiliki bahan utama hijauan yakni dapat berupa campuran berbagai macam rumput liat atau rumput lapangan yang di dalam dunia pertanian dikenal sebagai jenis gulma.


“Di dalam pelet hijauan ini ada banyak gulma dengan nutrisi tinggi yaitu kadar protein kasar antara 20-29%. Pelet hijauan yang diberikan kepada komunitas andong Yogyakarta ini merupakan campurannya, sehingga diperoleh pakan dengan kandungan nutrisi protein kasar 15% dan serat kasar 20%. Oleh karena itu, diharapkan pemberian pelet hijauan sebagai pakan ternak kuda ini, dapat bermanfaat bagi kusir andong,” tutupnya. (HAP)

You can share this post !