INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Jumlah Pasien Bertambah, Gugus Tugas Covid-19 DIY Perlu Tambah Kapasitas RS

Dhani Irawan

22 May, 2020 13:00 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Jumlah Pasien Bertambah, Gugus Tugas Covid-19 DIY Perlu Tambah Kapasitas RS

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA INSPIRA.TV,- Gugus tugas Covid-19 bidang kesehatan DIY perlu manambah kapasitas RS untuk perawatan Covid-19 setidaknya sampai 500 bed atau 600 bed.


Saat ini dari 27 rumah sakit rujukan covid-19 di DIY sudah menyediakan sekitar 300 bed untuk merawat penderita Covid-19 yang sudah lebih dari 200 bed terisi untuk merawat PDP maupun pasien positif covid-19.


"Penambahan kapasitas perlu dilakukan sebagai antisipasi, meskipun kita semua tidak menginginkan penambahan pasien covid-19 di DIY, ujar Wakil Ketua DPRD DIY dari Dapil Sleman, Huda Tri Y kepada media, Jumat (22/5/2020).


“Tenaga kesehatan dan RS tentu akan menjadi pihak yang paling menderita dan tertekan. Saat ini saja rekan rekan tenaga kesehatan baik dokter, perawat, tenaga laboratorium bahkan sampai satpam dan cleaning service rumah sakit sudah sangat tertekan. Instisusi rumah sakit sendiri sangat kesulitan bahkan kesulitan keuangan, karena pasien selain covid-19  sepi pendapatan berkurang jauh dan menangani covid-19 perlu biaya besar,” tambahnya.


Peningkatan kapasitas layanan kesehatan ini adalah upaya terakhir yang harus dilakukan gugus tugas, karena berbagai tindakan pencegahan kurang efektif dilakukan. 


“Dulu bulan Maret kita siapkan 300 bed saat penderita positif masih dibawah 10 orang, dan kondisi masyarakat terjaga serta hati-hati, mematuhi himbauan tetap di rumah, pake masker, jaga jarak dan sebagainya. Dulu juga belum ada transmisi lokal di DIY. Dalam kondisi seperti itu saja sekarang 300 bed itu sudah terpakai 200 lebih," papar Huda.


Selain itu, ketersediaan ruang perawatan juga kurang merata di kabupaten/kota. Misalnya di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul saat ini hanya tersisa beberapa bed saja karena memang fasilitas kesehatan yang cukup terbatas.


Gugus tugas juga perlu berembug dengan rumah sakit rujukan terkait insentif yang wajar dan memungkinkan bagi rumah sakit yang dijadikan rujukan. Baik rumah sakit negeri ataupun swasta.


Huda juga menyayangkan kebijakan pemerintah yang simpang siur turut menyulitkan proses penanggulangan bagi tenaga di lapangan.


“Simpang siurnya kebijakan dan informasi tentang pelaksanaan iduk fitri di rumah atau berkumpul di lapangan, masjid juga dikhawatirkan menjadi faktor peningkatan pasien covid-19. Dengan kebijakan yang kurang tegas dan kurang jelas ini masyarakat di menafsirkan beragam, sesuai kondisi mereka masing masing,” tutup Huda. (HAP)


You can share this post !