INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Anak Hary Tanoe Pemenang Motor Gesits Milik Presiden Jokowi

Masnurdiansyah

22 May, 2020 15:07 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Anak Hary Tanoe Pemenang Motor Gesits Milik Presiden Jokowi

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA.TV,- Motor Gesits bertandatangan Presiden Joko Widodo, dilelang kembali. Pemenang kali ini jatuh pada tangan anak dari salah satu konglomerat Indonesia.

 

Ketua Umum Yayasan Generasi Lintas Budaya Olivia Zalianty dalam konferensi pers di BNPB mengatakan, motor listrik milik Presiden Joko Widodo akhirnya dimenangkan oleh anak Hary Tanoesoedibjo, Warren H Tanoesoedibjo dengan harga Rp2,55 miliar.

 

Lelang itu diulang setelah pemenang sebelumnya tak mampu menebus motor bermerek Gesits tersebut.

 

"Nama pemenang Warren Tanoesoedijo. Kami persilakan Warren Tanoesoedibjo," kata Olivia dalam jumpa pers, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

 

Hary Tanoesoedibjo mengatakan putranya itu sempat meminta izin terlebih dahulu kepada dirinya ketika ingin mengambil motor tersebut. Warren sendiri berada pada posisi kedua dalam acara lelang kemarin tersebut.

 

"Jadi tadi Warren kebetulan dia adalah anak saya. Kalau sampaikan panjang lebar diwakili saya. Lelang ini menurut saya tidak perlu dipermasalahkan lagi, panitia tetapkan prosedur profesional," ujarnya.

 

Sebelumnya, motor listrik merek Gesits yang ditandatangani Jokowi laku dilelang Rp2,5 miliar dalam acara konser amal penggalangan dana secara virtual yang ditayangkan TVRI, dan sejumlah stasiun televisi lainnya, pada hari Minggu (17/5) lalu.

 

Hasil lelang kemudian akan didonasikan untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19. Motor tersebut jatuh ke tangan seorang warga asal Jambi bernama M Nuh, yang disebut sebagai pengusaha, setelah tawarannya Rp2,55 miliar menjadi yang tertinggi.

 

Namun usut punya usut ternyata kabar mengejutkan didapat, setelah diketahui M Nuh tak mampu membayar hasil lelang tersebut, karena dirinya merupakan seorang buruh harian. M Nuh pun ketakutan ditagih dan meminta perlindungan kepada pihak kepolisian.

 

M Nuh memang tidak mengetahui bahwa acara yang diikuti adalah acara lelang. Malah justru mengira bahwa dirinya akan mendapatkan hadiah dalam acara tersebut.

 

"Yang bersangkutan setelah diwawancara, tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," kata Firman seperti dikutip dari situs Tribratanews Polda Jambi, Jumat (22/5). (GGP) 

You can share this post !