INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Mengenal Sosok Aiptu Sri, Perwira Polisi Pengubur Korban Covid-19

Dhani Irawan

29 May, 2020 18:08 WIB | INSPIRATAINMENT

Inspira TV - Mengenal Sosok Aiptu Sri, Perwira Polisi Pengubur Korban Covid-19

Foto: Dhani Irawan

SELAIN tenaga medis, ada juga pekerjaan yang beresiko terpapar Covid-19. Mereka adalah para petugas yang memakamkan jenazah korban Covid-19. Karena beresiko maka pakaian APD lengkap harus selalu mereka kenakan secara disiplin.


Hal inilah yan dirasakan Aiptu Sri Mulyono bersama dengan ketujuh koleganya dari Satbrimobda DIY. Aiptu Sri Mulyono yang menjabat sebagai Perwira Unit 3 Subden KBR (Kimia, Biologi, dan Radiokatif) Detasemen Gegana bersama tujuh rekan lainnya secara bergantian bertugas melaksanakan pemakaman korban covid-19 yang telah meninggal dunia.


Dengan mengenakan pakaian APD berwarna putih Aipda Sri melakukan  tugasnya mulai dari proses penjemputan jenasah hingga pemakaman.


Dibantu oleh rekannya, pakaian hazmat berwarna putih tersebut dikenakan Aiptu Sri Mulyono menutupi dirinya, dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


Terlihat pada tangan dan kakinya dibalut dengan isolasi hingga tertutup rapat. Standar prosedur dari WHO ini harus dilakukan untuk memastikan dirinya aman dari paparan virus mematikan. 


Resiko tertular covid-19 memang ada, terutama terkait keselamatan diri dan keluarga yang dicintai. Membatasi diri untuk tidak berinteraksi dengan keluarga pun dilakukan.


Sedih dan rindu sudah pasti. Namun pengabdian kepada Ibu Pertiwi dan mengharap ridho Ilahi lah yang mampu menjadi penguat. Dirinya menyadari, tugas ini tidak hanya beresiko terhadap dirinya, tapi juga orang disekitarnya termasuk keluarga.


Pria kelahiran Sragen 43 tahun yang lalu tersebut dijadwalkan untuk bergabung bersama dengan Tim BPBD DIY dan TNI dijadwalkan akan menjemput jenasah di RSI Hidayatullah Yogyakarta untuk dimakamkan. 


Koordinasi pun dilakukan untuk memastikan kesiapan evakuasi jenazah dan lokasi pemakaman mengingat ketika seseorang mengenakan APD bisa dehidrasi jika waktunya terlalu lama.


Setelah dipastikan siap, seluruh tim evakuasi pemakaman melakukan penjemputan. Setibanya di ruang jenazah baik petugas maupun peti jenazah dilakukan penyemprotan disinfektan. Dekontaminasi ini dilakukan secara berulang hingga pemakaman selesai dilaksanakan.


Tak hanya sampai disitu, ketika petugas kembali di posko satgas selesai melakukan prosesi pemakaman korban covid-19. Dekontaminasi ini kembali dilakukan sesuai jalur dan tahapan yang telah ditentukan, petugas hingga peralatan dan kendaraan tak luput dari semprotan cairan disinfektan.


Setelah proses dekontaminasi akhir itu dilakukan, dirinya bersama petugas lainnya melaksanakan karantina mandiri satu hingga dua hari, didampingi oleh petugas kesehatan untuk mengecek tensi dan suhu tubuh secara berkala pagi, siang dan sore.


Selama dikarantina mandiri, waktu tersebut dia gunakan untuk istirahat total agar kesehatan tetap terjaga dan dapat kembali bertugas demi kemanusian. (HAP)


You can share this post !