INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

UGM Usulkan Kajian Transportasi Ramah Publik Untuk Hadapi New Normal

Nuzul Nugraheni

03 June, 2020 13:33 WIB | INSPIRA TEKNO

Inspira TV - UGM Usulkan Kajian Transportasi Ramah Publik Untuk Hadapi New Normal

Foto: Istimewa

SLEMAN INSPIRA.TV,- Menyikapi persiapan situasi kenormalan baru di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menggandeng empat Perguruan Tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Surabaya.


Kerjasama ini terjalin guna mencari masukan dalam rangka menyiapkan kebijakan di sektor transportasi, yang hasilnya nantinya dapat diterapkan setelah pandemi covid-19.


Rektor UGM, Panut Mulyono sangat menyambut baik adanya kerjasama yang terjalin ini. Menurutnya setelah masa pandemi corona, Indonesia dihadapkan pada beberapa opsi yang menyangkut pertimbangan dalam bertransportasi dan kehidupan ekonomi.


“Indonesia tentu dihadapkan pada beberapa opsi kebijakan yang harus dipilih secara hati-hati dan seksama,” ujar Panut.


UGM pun menawarkan beberapa opsi terkait hal tersebut, yakni opsi pertama pemulihan ekonomi lebih dikedepankan tetapi berdampak sensitif dipandang dari sudut kemanusiaan.


“Opsi kedua yakni misi kemanusiaan lebih dikedepankan tetapi berdampak sensitif dari sudut pemulihan ekonomi, dan kemudian opsi ketiga yaitu mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan untuk ekonomi yang lebih baik,” terangnya.


“Dengan mempertimbangkan fakta-fakta di lapangan dan pemikiran dari para pakar perguruan tinggi bidang teknik, sosial, kesehatan masyarakat, ekonomi, kewilayahan dan budaya, kiranya UGM mengusulkan kajian yang menyeimbangkan dari aspek nilai kemanusiaan dan keberlangsungan ekonomi yang lebih baik,” ucapnya.


UGM membuka diri untuk bekerjasama dengan Balitbang Kemenhub dalam melakukan riset bersama dengan judul perubahan perilaku penyelenggaraan transportasi, yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan untuk ekonomi yang lebih baik. Kerjasama yang bermuara pada transportasi humanitarian.


Sementara Kepala Pustral UGM, Agus Taufik Mulyono menyatakan dampak pandemi adalah kajian yang berdampak sosial ekonomi selama masa pandemic covid-19, terhadap bisnis angkutan perkeretaapian.


“Maka diperlukan kajian model dan strategi pemulihan bisnis angkutan perkeretaapian pasca pandemic covid-19. Usulan UGM berupa kajian peran transportasi perkeretaapian mempercepat distribusi logistic kemanuasiaan berupa bahan pangan berbasis bencana pandemic,” ungkap Agus. (HAP)

You can share this post !