INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ulah PM Netanyahu Ingin Caplok Tepi Barat Palestina Bikin Gregetan Warganya Sendiri!

Edt: Masnurdiansyah

08 June, 2020 10:51 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Ulah PM Netanyahu Ingin Caplok Tepi Barat Palestina Bikin Gregetan Warganya Sendiri!

Foto : Ilustrasi

INSPIRA.TV,- Ribuan warga Israel berunjuk rasa untuk menentang rencana perdana menteri mereka yang akan mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat, Palestina.

 

Aksi demonstrasi itu terjadi pada Sabtu 6 Juni 2020 kemarin di Tel Aviv, yang merupakan kantor pusat dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

 

Dikutip dari laman Reuters, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Israel, para demonstran berdemo dengan melakukan jaga jarak satu sama lain. Mereka juga menggunakan masker pelindung saat turun ke jalan untuk menentang ulah Netanyahu.

 

Sebagian besar warga Israel yang ikut aksi tersebut membawa spanduk bertuliskan 'Tidak untuk aneksasi, tidak untuk pendudukan, ya untuk perdamaian dan demokrasi'. Beberapa warga Israel yang ikut juga terlihat mengibarkan bendera negara Palestina.

 

Menurut laporan media setempat, aksi demonstrasi tersebut diorganisir oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat serta beberapa partai-partai politik sayap kiri Israel.

 

Sementara itu, sebagian warga Israel yang tidak ikut dalam aksi tersebut dikabarkan mendukung rencana aneksasi yang akan dilakukan.

 

Senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), Bernie Sanders, mengaku tidak setuju dengan rencana yang akan dilakukan Pemerintah Israel. Dirinya menegaskan kalau kedamaian dan kebebasan adalah hak bagi semua orang.

 

"Tidak ada yang lebih penting selain membela keadilan dan memperjuangkan masa depan yang semua orang pantas dapatkan. Kita semua akan berdiri di hadapan para pemimpin otoriter dan membangun masa depan yang damai bagi setiap warga Palestina dan setiap warga Israel," ujar Sanders.

 

Sebelumnya, Pemerintah Palestina meminta wilayah Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza agar tidak lagi diduduki oleh otoritas Israel.

 

Mereka ingin kemerdekaan bagi para warganya yang berada di wilayah tersebut setelah direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah pada tahun 1967 silam.

 

Seperti diberitakan sebelumnya pada Senin 25 Mei 2020, Netanyahu menyebut, kalau Israel akan memperluas kedaulatannya ke beberapa wilayah di Tepi Barat. Menurut Netanyahu, rencana untuk memperluas wilayah tersebut merupakan salah satu tugas yang utama dari pemerintahan barunya.

 

"Ini adalah peluang besar dan kami tidak akan membiarkannya lewat," katanya sehari setelah persidangan korupsinya.

 

Pemerintah Palestina menganggap, rencana Netanyahu untuk melakukan aneksasi Tepi Barat merupakan tindakan yang ilegal.  Beberapa pekan lalu, Palestina menyatakan telah memutus kerja sama dengan Israel dan para sekutunya, Amerika Serikat di bidang keamanan, dalam upaya protes atas rencana teritorial mereka.

 

Bahkan dirinya telah mengonfirmasi, pada 1 Juli 2020 mendatang merupakan awal dari diskusi kabinetnya, terkait rencana yang menimbulkan kekhawatiran di Uni Eropa tersebut. Netanyahu juga mengklaim, jika rencana Presiden AS, Donald Trump terkait perdamaian antara Israel dan Palestina, merupakan inti dari aneksasi de facto.

 

Selain itu, Netanyahu juga sudah memastikan kalau warga Yahudi dan Lembah Jordan akan ditempatkan di Tepi Barat yang berada di bawah kedaulatan Israel. (GGP)

 

You can share this post !