INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Aliran Sungai Cihonje di Sumedang Mendadak Jadi Tempat Wisata

Boby Roska

15 June, 2020 10:34 WIB | INSPIRA TRAVEL

Inspira TV - Aliran Sungai Cihonje di Sumedang Mendadak Jadi Tempat Wisata

Foto : Istimewa

SUMEDANG INSPIRA.TV,- Aliran Sungai Cihonje di Dusun Sembir, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tiba-tiba menjadi tempat wisata air dadakan. Warga setempat kini bahkan menyebutnya sebagai Cihonje Water Park.

 

Tokoh masyarakat setempat, Burhanudin mengatakan Cihonje Water Park merupakan tempat wisata air dadakan, karena memiliki aliran yang jernih, serta terdapat bebatuan yang membuat kawasan tersebut laik dijadikan tempat wisata.

 

"Karena tempat ini (Cihonje Water Park) memang tidak sengaja dibuat jadi tempat wisata. Awalnya warga sini kan suka mandi atau nyuci pakaian di sini, ada yang foto-foto terus diupload ke media sosial (Facebook), dari situ kemudian jadi viral dan banyak didatangi warga," kata Burhanudin saat berbincang bersama Inspira.tv, Senin (15/6/2020).

 

Burhanudin mengatakan, tempat tersebut mulai ramai dikunjungi pasca idulfitri 1441 H kemarin. Lokasi aliran sungai Cihonje tersebut ramai dikunjungi warga setiap hari sabtu dan minggu.

 

"Kalau sabtu minggu yang datang itu sampai ratusan, itu dari pagi sampai sore ada terus yang datang," ungkapnya.

 

Cihonje Water Park berjarak sekitar 4 Km dari pusat Kota Sumedang. Untuk berkunjung ke tempat ini warga tidak dipungut biaya tiket masuk. Pengunjung hanya cukup membayar untuk parkir kendaraan saja, yang pengelolaannya oleh Karang Taruna setempat.

 

Ramainya wisata dadakan yang dinamai Cihonje Water Park ini, membuat warga berkesempatan untuk menambah penghasilan, dengan cara menyewakan ban dan tenda. Untuk biaya sewa ban, pengunjung cukup membayar Rp10.000 saja per jam, sementara tenda disewakan Rp20.000 saja.

 

"Ini merupakan berkah bagi warga, karena memiliki tempat wisata yang semakin ramai didatangi masyarakat dari berbagai daerah," bebernya.

 

"Sudah ada koordinasi dengan pihak desa, tapi sampai saat ini tidak ada pemasukan ke desa. Pemasukan dari tiket itu masuk ke Karang Taruna, dan sebagian untuk kompensasi pemilik sawah yang lahannya terganggu," imbuhnya. (MSN)

 

 

 

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN

INSPIRA SEHAT
Tips Merawat Wajah Untuk Pria

05 September, 2020 | 15:10 WIB