INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Mal di Bandung Kembali Dibuka, Pengunjung dan Pengelola Wajib Perhatikan Ini

Boby Roska

16 June, 2020 11:39 WIB | INSPIRA TRAVEL

Inspira TV - Mal di Bandung Kembali Dibuka, Pengunjung dan Pengelola Wajib Perhatikan Ini

Foto: Istimewa

BANDUNG INSPIRA.TV,- Sejak 15 Juni kemarin, mal dan pusat perbelanjaan di Kota Bandung sudah kembali beroperasi. Wali Kota Oded M. Danial meminta seluruh pemangku kepentingan mentaati protokol kesehatan.


"Mari kita patuhi aturan. Saya yakin jika semuanya mematuhi aturan, Kota Bandung bisa cepat pulih dan bisa normal seperti sedia kala Insha Allah, secara bertahap dengan syarat kita berpegang teguh disiplin pada aturan," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Disdagin Bandung, Elly Wasliah menegaskan, setiap pengelola mal dan dan pusat perbelanjaan wajib mentaati protokol kesehatan. Jika melanggar, maka akan diberi sanksi secara berjenjang.


Pihaknya akan mengawasi mal dan pusat perbelanjaan. Disdagin akan menurunkan tim untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di mal dan pusat perbelanjaan.


"Jika ada gerai yang melanggar, maka gerainya akan diberi peringatan. Jika tetap tak mentaati aturan, maka tegas kami tutup," tegasnya

 

"Tetapi jika mal atau pusat perbelanjaannya yang melakukan kesalahan, maka mal dan pusat perbelanjaan yang akan disanksi bertahap hingga penutupan," tambahnya.

 

Elly mengungkapkan, para pengunjung juga wajib memperhatikan sejumlah hal. Diantaranya, tidak ada "fitting room" si gerai fesyen. 


"Selama 7 hari restoran di mal belum boleh 'dine in' atau makan di tempat. Ini harus dipatuhi oleh semua pihak. Bukan hanya pemilik gerai tetapi juga pengunjung," katanya.


Selain itu ada tenant yang masih tidak diperbolehkan beroperasi diantaranya bioskop, karaoke, spa, massage, salon, dan area bermain anak. 


Salah satu pusat perbelanjaan yang bakal buka yaitu Pasar Baru Trade Center yang dikelola PD Pasar Bermartabat.


Kepala Pasar Baru Trade Center, Yusuf Susilo Setiawan, pengunjung Pasar Baru hanya dibatasi untuk sekitar 30 persen dari kapasitas gedung atau sekitar 1.500an pengunjung saja. Pintu masuk yang dibuka hanya dua yaitu pintu depan dan pintu dari parkiran.


"Di dalam gedung juga telah disiapkan tanda-tanda untuk pelaksanaan physycal distancing. Ada arah sirkulasi di lift, eskalaor, hingga toilet," imbuhnya.

 

Sedangkan para pedagang diwajibkan juga mengenakan masker dan "face shield". Selain itu di kasir juga wajib memasang tirai plastik.


"Para pedagang wajib menandatangani surat kesanggupan melaksanakan protokol kesehatan. Karena jika tidak, akan ada sanksi," tegasnya. (HAP)


You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN