INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

UNDP Nilai Pengalaman Jabar Perangi Covid-19 Dapat Diadopsi Negara Lain

27 June, 2020 22:53 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - UNDP Nilai Pengalaman Jabar Perangi Covid-19 Dapat Diadopsi Negara Lain

Foto: Dok Humas Jabar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

BANDUNG, INSPIRA.TV,–   Gubernur Jawa Barat,  Ridwan Kamil mendapat apresiasi dalam peganangan Covis-19 di Jabar di hadapan forum internasional bertajuk NextGenGov Summit.  Forum  yang diselenggarakan United Nations Development Programme (UNDP) tersebut berlangsung pada  Kamis (25/6/20) waktu Bangkok, Thailand.


“Pengalaman Jabar dalam merespons krisis akibat virus Corona akan membantu lanskap NextGenGov yang dibutuhkan UNDP. Pendekatan dan hasil yang dipresentasikan dalam online summit ini merupakan yang paling relevan bagi banyak pemerintah di Asia Pasifik dan kawasan lainnya,” kata Perwakilan UNDP untuk Indonesia Christophe Bahuet merespons  presentasi Ridwan Kamil.


Christophe menyebut apa yang dilakukan dan dikembangkan di Jawa Barat sangat bermanfaat bagi kawasan lain. “Dia (Ridwan Kamil) membuat berbagai intervensi yang sempurna,” ucapnya.


Ridwan Kamil pada kesempatan tersebut mempresentasikan berbagai kebijakan dan strategi inovatif dalam memerangi COVID-19 di Jabar. Paparannya berjudul “Kemandirian Jawa Barat dalam Memproduksi Semua Elemen Produk Melawan COVID-19” ini, Emil, sapaan Ridwan Kamil,  berhasil meyakinkan para partisipan bahwa konsep yang dikembangkannya dapat menjadi inspirasi dan diaplikasi di banyak negara Asia.   


 

Di antara yang dibahas adalah “AKB 30” yang merupakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sebagai padanan New Normal dengan mengadopsi budaya K-Pop. Istilah AKB yang berbeda dari yang lain dipilih guna menghindari uforia atau anggapan publik bahwa kondisi sudah normal kembali.


Masa AKB ini  melahirkan 627 unit kendaraan yang berfungsi sebagai mobile test COVID-19 dan akan menyasar tiga kelompok rawan yakni pasar, tempat pariwisata, dan terminal- stasiun.  “Tiga inilah yang akan mengiring  pengetesan, baik 627 mobil yang disulap menjadi mobile COVID test, maupun BSL 2 dan BSL 3 yang sudah kita operaiskan,” kata Kang Emil.

 

Selain itu ada pula buatan dalam negeri ruang dekontaminasi dan sistem manajemen limbah medis, ruang uji RT-PCR, Transfer Sampel Material, dan gedung dengan sistem automatis yang dapat mengontrol, memonitoring sistem HVAC dan menghasilkan 100 persen udara bersih dengan filter HEPA.

 

Emil juga menunjukkan kolaborasi Pemda Provinsi Jabar dengan perguruan tinggi seperti Unpad yang memproduksi alat uji COVID-19 bernama Deteksi CePad. Kemudian kolaborasi dengan PT Biofarma dengan memproduksi tes reagent COVID-19 dengan metode RT - PCR untuk memenuhi kebutuhan Jabar dan Indonesia dengan kapasitas proudksi 100.000 alat tes per minggu.

 

Selain menciptakan alat medis lain sendiri seperti ventilator dari beberapa perguruan tinggi yang sedang diujicobakan, Kang Emil juga menceritakan bagaimana Jabar berhasil menggerakkan industri, UMKM, dan siswa sekolah untuk memproduksi alat pelindung diri (APD).

 

NextGenGov adalah sebuah program lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah berjalan selama 50 tahun. Tujuannya membantu banyak negara dan komunitas merespons perubahan pembangunan dengan cepat, menawarkan solusi, membangun kolaborasi, dan memicu kerja sama dan perangkat pembangunan.  (HUM/WOK)

 

You can share this post !