INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Oded Bolehkan Ojek Angkut Penumpang

27 June, 2020 23:42 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Oded  Bolehkan Ojek Angkut Penumpang

Foto: Dok Humas Pemkot Bandung Walikota Bandung Oded Danial membolehkan kembali ojek mengangkut penumpang.

BANDUNG, INSPIRA.TV,- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung memberikan lampu hijau kepada ojek online  dan ojek pangkalan untuk bisa kembali mengangkut penumpang. Meski demikian, Ketua Umum Gugus Tugas Covid-19, Oded M. Danial mengingatkan tentang standar protokol kesehatan yang ditetapkan. 

 

"Kalau saya lihat, dari sisi kesiapan protokol kesehatan sudah cukup bagus. Namun, secara formal mereka melayangkan surat pengusulan kepada gugus tugas. Setelah itu akan ditindaklanjuti. Saya sudah memberikan rekomendasi," ucap Oded usai menerima Grab di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Sabtu (27/6/2020).

 

Perlu diketahui, saat ini Kota Bandung sudah memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Pada fase ini, Pemkot Bandung memberikan relaksasi kepada jasa angkutan sepeda motor (ojek) untuk kembali mengangkut penumpang.

 

“Bukan hanya ojek berbasis daring atau online, tetapi juga ojek pangkalan,” kata Oded.

 

Oded mengajak semua pihak bekerja sama di masa AKB ini. Selain membangkitkan kembali geliat perekonomian, tetapi juga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Hal itu agar Kota Bandung bisa memutus penyebaran virus corona.

 

"Oleh karena itu, aspek kehati-hatian harus terus dijaga. Jangan sampai aspek ekonomi bergerak tetapi kurva juga ikut naik," tutur Oded.

 

Sementara itu, Partner Engagement Strategy Grab Jawa Barat, Mawaddi Lubby mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab moral memulihkan taraf ekonomi para mitranya. Untuk itu, upaya terbaik saat ini yakni memberikan pelayanan maksimal. Tujuannya menarik kepercayaan masyarakat.

 

"Kami yakin bahwa Corona ini belum usai. Tetapi memang perlu ada adaptasi. Kami ingin memastikan angka penularan di Kota Bandung tidak naik lagi," akunya Mawaddi.

 

Saat kesempatan itu, dilakukan simulasi standarisasi protokol kesehatan. Seperti layanan antar makanan yang menyediakan tas khusus, pengemudi menggunakan masker, sarung tangan dan mempersilahkan apabila pemesan ingin mengambil sendiri pesanannya supaya mengurangi kontak.

 

Sedangkan pada layanan angkutan, sepeda motor dilengkapi plastik pembatas antara pengemudi dengan penumpang. Pengemudi wajib bermasker serta terdapat handsanitizer.

 

"Untuk penumpang kita sediakan hair cap kalau tidak bawa helm. Mitra kita bekali disinfektan. Setiap penumpang diberikan handsanitizer. Kendaraannya didisinfektan setiap minggu," tuturnya. (ASP/WOK)

You can share this post !