INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Tinjau Tempat Karaoke, Ema Ragu Pengunjung Tak Kontak Fisik dengan PL

03 July, 2020 18:13 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Tinjau Tempat Karaoke, Ema Ragu Pengunjung Tak Kontak Fisik dengan PL

Foto : Istimewa / Doc Humas Pemkot Bandung

BANDUNG INSPIRA.TV,- Ketua harian tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna bersama Dinas Budaya dan Pariwisata (Dispadbur), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan TNI, meninjau penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan Kota Bandung.

 

Rombongan meninjau salah satu tempat karaoke di F3X Karaoke dan Klub, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020). Ema didampingi pemilik F3X Karaoke dan Klub berkeliling melihat bagaimana kesiapan manajemen dalam menerapkan protokol kesehatan.

 

Setelah melakukan tinjauan, Ema menyatakan bahwa F3X Karaoke dan Klub belum memenuhi standar protokol kesehatan.

 

"Secara umum karena Covid-19 ini sudah lama, jadi standar protapnya mereka sudah menyiapkan, cuma belum lengkap," ujar Ema, saat ditemui sesuai meninjau tempat hiburan, di Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

 

Ema meminta kepada pemilik tempat hiburan itu untuk segera melengkapi sejumlah kekurangan seperti tombol lift yang harus touchless, sensor suhu tubuh, dan melakukan rapid test kepada setiap pengunjung yang datang sebelum masuk.

 

"Tapi ada beberapa catatan, nantinya kata mereka lift bakal touchless, tidak ada bersentuhan, kemudian hand sanitizernya pakai sensor, tidak ada sentuhan. Bahkan, pengunjung itu identitasnya harus diketahui bila terjadi sesuatu seperti terpapar, kita mudah melacak karena kejadian malam itu orang yang hadir bakal terlacak," terang Ema.

 

Selain masih banyak kekurangan, Ema pun mengkhawatirkan terjadi penularan akibat kerumunan yang terjadi saat di ruangan klub atau live music.

 

"Nah, kalau live music itu yang khawatir, karena sudah ada orang joget-joget, jadi harus ada petugas yang mengawasi. Tapi, kalau orang hiburan, apakah menjadi nyaman kalau dijaga, itu harus dipikirkan," ucapnya.

 

Tak hanya itu, Ema juga ragu para pengunjung yang datang ke tempat karaoke tidak melakukan kontak fisik dengan pemandu lagu (PL). 

 

"Yang menjadi persoalan besar adalah, kalau di ruang karaoke, apa jaminannya pengunjung dan pemandu lagu itu tidak ada kontak fisik. Itu yang belum bisa dijawab oleh pengelola ini," katanya.

 

Pengunjung Lakukan Rapid Tes

 

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga meminta kepada pengelola tempat hiburan seperti klub malam dan karaoke untuk melakukan rapid test kepada para pengunjung. Hal itu sebagai syarat jika tempat hiburan ingin kembali beroperasi.

 

“Saya sarankan setiap pengunjung idealnya dilakukan rapid test," kata Ema.

 

Ia memaparkan, rapid test sangat rasional disyaratkan kepada para pengunjung di tempat hiburan. Kendati proses yang cukup praktis dan cepat, ditambah kunjungan para pengunjung yang tidak singkat.

 

Apabila ada pengunjung yang dinyatakan reaktif Covid-19 atau terpapar berdasarkan rapid test, maka dilarang masuk dan yang bersangkutan bisa langsung ditangani oleh petugas medis.

 

Kendati demikian, Ema mengapresiasi inisiatif pengelola hiburan untuk mencatat identitas dari setiap pengunjung. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa pengunjung tempat hiburan itu bersifat anonim dengan tidak diketahui identitasnya.

 

"Bila nanti terjadi sesuatu (terpapar Covid-19) , kita sangat mudah melacaknya. Nanti kita lacak, ia datang dari mana, dan interaksi ke siapa saja," jelasnya.

 

Sementara itu, Pengelola F3X Club, Alvin menyanggupi permintaan pemerintah. Ia berjanji akan menyiapkannya bersama Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B).

 

You can share this post !