INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Tim Unpad dan Bio Farma Segera Uji Akhir Vaksin Covid-19 Asal Cina di Bandung

07 July, 2020 10:38 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Tim Unpad dan Bio Farma Segera Uji Akhir Vaksin Covid-19 Asal Cina di Bandung

Foto: Ilustrasi Vaksin Covid-19/Dok. Reuters

BANDUNG INSPIRA.TV,- ​Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19 asal Cina di Bandung. Uji akhir itu rencananya akan dimulai bulan Juli ini. Jumlah relawan imunisasi vaksin ditargetkan 1.640 orang.


Ketua tim, Kusnandi Rusmil, mengatakan uji klinis itu kerja sama Unpad dan PT Bio Farma dengan Sinovach Biotech yang memproduksi vaksin CoronaVac. Uji klinis serupa juga dilakukan di Cina.


Uji klinis vaksin tahap akhir itu, menurutnya, harus dilakukan di beberapa kota atau negara. Pesertanya minimal 800 orang di satu lokasi. Di Indonesia, Kusnandi memilih lokasinya di Bandung. Tim bentukannya menghimpun selusin dokter spesialis dan 30 dokter umum untuk memantau relawan uji vaksin.


Dia menargetkan uji klinis itu bisa rampung dalam waktu 9 bulan. Jangka waktu itu dinilai optimal.


“Saya nggak mau gagal, dengan kualitas terjaga jangan sampai buang waktu, tenaga, dan dana,” kata Kusnandi, seperti dikutip dari Tempo, Selasa (7/6).


Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung itu punya reputasi terlibat 30-an kali dalam uji klinis vaksin, di antaranya bersama Bio Farma.


“Rencananya uji vaksin dimulai pertengahan atau akhir Juli 2020 sesuai kesiapan Bio Farma,” ujarnya.


Para relawan akan disuntik vaksin CoronaVac dua kali secara bertahap sambil diperiksa untuk mengetahui efek dan dampak vaksin. Perulangan imunisasi itu, kata Kusnandi, karena jenis vaksinnya berasal dari virus Corona yang dimatikan, bukan dari kuman hidup.


Sementara itu Head of Corporate Communications Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan Sinovac Biotech untuk mengembangkan CoronaVac. Sebelumnya mereka bermitra untuk penyediaan Inactivated Polio Vaccine (IPV) atau vaksin polio yang disuntikkan.


Kali ini bentuk kerja samanya diawali dengan uji klinis tahap ketiga. “Untuk melihat khasiat dan efek samping dari vaksin tersebut,” katanya lewat penjelasan tertulis, Rabu 24 Juni 2020. (HAP)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN