INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Catat! Ini Protokol Shalat Idul Adha dan Kurban dari Pemprov Jabar

16 July, 2020 15:08 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Catat! Ini Protokol Shalat Idul Adha dan Kurban dari Pemprov Jabar

Foto: Humas Jabar

BANDUNG INSPIRA.TV,- Penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban pada hari raya Iduladha tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Protokol kesehatan mesti diterapkan dalam setiap proses pelaksanaan hari raya Iduladha. Tujuannya guna mencegah penularan COVID-19. 


Demikian yang disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, saat memberi instruksi kepada panitia kurban di Jabar untuk menghindari kontak fisik dan kerumunan saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Begitu pun dengan pendistribusian daging kurban kepada mustahik. 


"Tidak boleh ada pembagian daging kurban secara fisik di tempat pemotongan. Saya sudah perintahkan pembagian daging kurban harus secara door to door," ujar Emil usai melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban Jabar secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7/20).


"Panitia wajib membuat sistem untuk membagikan ke rumah-rumah, misalnya warga diberi kupon dan dalam kupon itu dikasih kalimat 'tunggu di rumah'. Nanti diantar oleh relawan kewilayahan seperti PKK dan karang taruna. Memang ini tidak mudah, tapi saya ingin masyarakat Jabar selamat," imbuhnya. 


Emil pun meminta panitia kurban menggunakan besek dalam pendistribusian daging. Selain ramah lingkungan, besek dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. 


"Saya larang pakai kantong plastik, tapi dari besek atau anyaman bambu, selain ramah lingkungan penggunaan besek jug akan menghidupkan ekonomi kecil," katanya.


Penerapan protokol kesehatan pun perlu dilakukan dalam proses jual-beli hewan kurban. Emil merekomendasikan jual-beli hewan kurban secara daring. Hal tersebut dapat mencegah kerumunan dan menekan potensi penularan COVID-19. 


"Ada waktu 14 hari lagi bikin kampanye beli online di tiap kabupaten/kota, tolong hubungi penjualnya agar bisa secara online minimal via WhatsApp," tambahnya.


Terkait penjualan hewan kurban, harus dilakukan di tempat terbuka dan luas. Selain itu, guna menghindari kerumunan, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap. Sebab, pelaksanaan penyembelihan dapat dilakukan selama empat hari pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah. 


"Tolong maksimalkan pemotongan hewan di RPH (Rumah Pemotongan Hewan) untuk meminimalisir antrean. Memotong hewan kurban tidak harus di hari H bisa di hari H+1 sampai H+3," katanya.


Protokol kesehatan yang ketat, tambah Emil, harus diterapkan saat proses penyembelihan hewan korban. Penyembelih harus memakai masker dan sarung tangan, baik saat menyembelih maupun merecah daging hewan kurban.


"Tidak ada masalah semua kan sudah di masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Tapi, harus jaga jarak minimal satu meter dan panitia harus sudah pastikan protokol kesehatan diterapkan. Sementara untuk anak-anak dan lansia direkomendasi tidak ikut dulu untuk menjaga kemanaan dan kesehatan," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail menyatakan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan 14 hari sebelum hari raya Iduladha. Menurut ia, pihaknya sudah menyosialisasikan protokol kesehatan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ke 27 kabupaten/kota. 


Pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk memastikan hewan mempunyai kriteria ASUH. DKPP Jabar menurunkan ribuan petugas dan dokter hewan untuk melaksanakan pengawasan hewan kurban. Kemudian, DKPP Jabar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. (HAP) 

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN