INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Kominfo: Peralihan ke Digital untuk Dorong Industri Penyiaran Lebih Baik, Bukan Menghancurkan

19 July, 2020 06:47 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Kominfo: Peralihan ke Digital untuk Dorong Industri Penyiaran Lebih Baik, Bukan Menghancurkan

Ilustrasi

BANDUNG, INSPIRA.TV – Polemik isu televisi digital  kembali naik ke permukaan publik. Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan sejumlah alasan untuk langkah percepatan ini, dengan menempatkan migrasi itu sebagai bagian dari prioritas sistem digitalisasi nasional. Indonesia cukup tertinggal dalam proses digitalisasi televisi sistem terrestrial. Negara-negara Eropa dan Timur Tengah sudah selesai dengan digitalisasi televisi satu dekade lalu. Jepang menyelesaikannya pada 2011, sedangkan Korea Selatan 2012.

 

Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Geryantika Kurnia mengatakan, pemerintah terus mendorong peralihan siaran analog ke digital atau analog switch off (ASO). Jika ASO ini dihambat sejumlah pelaku usaha lainnya, berarti akan menghambat kepentingan masyarakat luas, kepentingan pelaku industri penyiaran dan kepentingan seluruh ekosistem penyiaran maupun kepentingan nasional yang lebih besar. 

 

“Jika ASO ini dihambat lagi, berarti ada orang yang kurang setuju dengan visi-misi Presiden,” ungkap Geryantika saat webinar Indonesian Broadcasting Foundation, Sabtu (18/07/2020). 

 

Geryantika menambahkan, dengan adanya peralihan siaran analog ke digital, Pemerintah dan DPR tidak akan menghancurkan industri penyiaran, justru pemerintah ingin mendorong industri semakin bagus. 

 

 Sebelumnya Badan Legislasi (Baleg) DPR menarik RUU Penyiaran dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas di tahun 2020. Ini menandakan adanya kemunduran dan ketertinggalan Bangsa Indonesia dari negara-negara lainnya. 

 

Menurut Anggota DPR RI Komisi I, Charles Honoris mengatakan, RUU Penyiaran hingga saat ini tak kunjung selesai pembahasannya di DPR, karena banyaknya dinamika yang muncul dan banyaknya kepentingan dari stakeholder, sehingga menghambat pengesahan yang seharusnya dilakukan di tahun 2017 lalu.    

 

“pembahasan terkait RUU Penyiaran memang saat ini tertunda, bukan terhapus dari Prolegnas. bisa saja RUU penyiaran dimasukan kedalam Prolegnas Priotas 2021,” terang Charles. (FSL)  

 

 

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN