INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Makna Anak Yatim Menurut Islam Beserta Hak-Haknya

20 July, 2020 11:17 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Makna Anak Yatim Menurut Islam Beserta Hak-Haknya

Foto: Istimewa

SIAPAKAH yang dimaksud dengan seorang anak yatim? Apa saja hak-haknya dalam Islam?


Pada dasarnya, yatim berasal dari bahasa arab yang berarti sedih atau bermakana sendiri. Adapun menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan seorang anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh bapaknya sebelum dia baligh.


Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika seorang anak tersebut telah baligh dan dewasa.


Hal tersebut juga sudah dijelaskan dalam sebuah hadis yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan individu disebut yatim, Ibnu Abbas pun menjawab:


"Dan kamu bertanya kepada saya tentang seorang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu, sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah balig dan menjadi dewasa,"


Nah, setelah mengetahui definisi anak yatim piatu menurut Islam, alangkah baiknya jika kita juga mengetahui hak-hak anak yatim dalam Islam. Berikut Inspira Halal telah merangkum 5 daftarnya.


1. Dididik dan diberi makan

Menurut Islam, individu yang menghardik seorang anak yatim piatu dan tidak menganjurkan memberi makan kepada fakir miskin, dicap sebagai pendusta agama yang ancamannya berupa api neraka dan termasuk dosa paling berat dalam islam. Hal tersebut juga telah dijelaskan dalam Alquran surat Al Ma'un ayat 1-3  

“Tahukah kamu individu yang mendustakan agama, itulah individu yang menghardik seorang anak yatim piatu, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada individu miskin ”


2. Diurus dalam keseharian

Selain dari Alquran, hak-hak anak yatim juga ternyata sudah diatur di dalam hadis. Salah satunya tercantum dalam hadis riwayat Nabi Muhammad SAW yang menerangkan tentang keutamaan mengurus seorang anak yatim piatu.

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,"

Kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya.

Hal tersebut menjelaskan bahwa kedudukan orang yang menanggung anak yatim sangatlah luar biasa di surga.


3. Mendapatkan kecukupan segala kebutuhan

Dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi saw bersabda: 

"Barang siapa yang memberi makan dan minum individu seorang anak yatim piatu diantara kaum muslimin, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga, kecuali dia melakukan satu dosa yang tidak diampuni,"

Dari hadis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa betapa berpahalanya seseorang yang menyantuni dan menafkahi anak yatim selama hidupnya.


4. Diberi kasih sayang

Tak hanya menafkahi lahiriahnya, sebagai sesama muslim kita juga harus memberikan kasih sayang kepada anak yatim.


Hal tersebut juga sudah dijelaskan ke dalan hadis riwayat Abu Hurairoh r.a. Hadis tersebut menjelaskan bahwa saat itu ada laki-laki yang mengadu kepada Nabi SAW akan hatinya yang keras, lalu Nabi berkata:

"Usaplah kepala seorang anak yatim piatu dan berilah makan orang miskin. Barangsiapa yang mengusap kepala seorang anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada seorang anak yatim piatu perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia di surga seperti ini,"


5. Mendapat perlindungan

Hak anak yatim selanjutnya adalah mendapatkan kehidupan yang layak meliputi sandang, pangan, papan, dan pendidikan. Dalam surah Al-Insan Ayat 8, Allah menegaskan pentingnya memberi makan kepada seorang anak yatim piatu.


Nah, itulah definisi anak yatim menurut Islam beserta hak-haknya. (HAP/JOB-02)


You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN