INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Edo Kondologit Ngamuk di Kantor Polisi, Adiknya Tewas Dalam Tahanan Ada Luka Tembak

01 September, 2020 09:07 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Edo Kondologit Ngamuk di Kantor Polisi, Adiknya Tewas Dalam Tahanan Ada Luka Tembak

Foto : Istimewa/ Tangkapan Layar Media Sosial

BANDUNG INSPIRA.TV,- Politisi PDIP sekaligus penyanyi tanah air Edo Kondologit mengamuk karena tak terima adik iparnya yang berinisial GKR tewas dalam tahanan Polres Sorong, Papua. Edo menuntut polisi atas tewasnya korban di dalam tahanan.

 

Belum genap 24 jam ditangkap korban dilaporkan meninggal dan ditemukan luka di sekujur tubuh. Meski sudah diberikan penjelasan bahwa luka tembak itu akibat dari korban berusaha kabur saat ditangkap, namun hal itu tidak bisa dibenarkan. Karena perbuatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dinilai sudah melebihi kewenangannya.

 

"Di dalam Polres ya bukan di luar. Masih diproses, ditembak itu alasan mau melarikan diri. Melarikan diri bagaimana, ditembak itu kedua kakinya," kata Edo Kondologit, Selasa (1/90/2020).

 

Menurutnya hal itu tidak wajar karena  adiknya tersebut belum mendapat vonis dari pengadilan.

 

"Alasannya apa, seberat apa emang pelanggarannya sampai ditembak dua begitu, memang polisi ini hakim, enggak bisa begitu," tegasnya.

 

Tak hanya itu penjelasan pihak kepolisian yang mengatakan kalau adik iparnya meninggal akibat dianiaya tahanan lain juga dianggap berbelit-belit dan tidak terbuka dan alasan itu  dianggap tidak masuk akal.

 

Sebab, di dalam sel sudah dilengkapi dengan kamera CCTV dan ada petugas yang berjaga melakukan pemantauan.

 

"Berbelit-belit, mereka enggak pernah terbuka kok. Mereka alasan (dianiaya) karena tahanan. Loh, tahanan ngehajar dibiarin? Tahanan kan dalam pengawasan kalian, ada CCTV kok terus kalian biarkan, kalian mau cuci tangan?" jelas Edo Kondologit.

 

"Karena yang menyebabkan darahnya banyak itu dianiaya tahanan ya pasti orang matilah. Dari pagi belum makan, dia belum makan, juga pengaruh narkoba, minuman keras kalian aniaya seperti begitu," tambahnya.  


Penjelasan Polres Sorong Kota

 

Sementara itu berdasarkan penjelasan dari Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Misbhacul Munir GKR ditangkap pada hari Kamis (27/8) lalu. Penangkapan itu dilakukan karena korban diduga melakukan pencurian dan pembunuhan yang disertai pemerkosaan terhadap seorang nenek berusia 70 tahun di Pulau Doom, Kota Sorong.

 

Karena GKR berusaha melawan saat ditangkap, aparat akhirnya menembak kakinya. Adapun terkait tewasnya GKR, kata Misbhacul menegaskan akibat dianiaya tahanan lain berinisial C saat berada di dalam tahanan.

 

"Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Satu tersangka inisial C sudah mengakui perbuatannya. Usai menganiaya korban hingga tak sadarkan diri, tersangka sempat memanggil petugas piket jaga, "Pak...Pak, ada tahanan yang lemas'. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia," jelas Misbhacul. (MSN)

 

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN