INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Disdagin Bandung: Stok Banyak, Harga Cabai dan Sayuran Merangkak Turun

03 September, 2020 14:42 WIB | INSPIRA FINANCE

Inspira TV - Disdagin Bandung: Stok Banyak, Harga Cabai dan Sayuran Merangkak Turun

Foto : Istimewa

BANDUNG INSPIRA.TV,- Harga sayur mayur di pasar tradisional Kota Bandung mengalami penurunan. Harga yang menurun paling mencolok yakni cabe merah tanjung dan cabe rawit merah.

 

Hal tersebut berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung sepanjang Agustus.

 

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menuturkan, pada minggu pertama dan kedua Agustus 2020 lalu harga cabai merah tanjung masih di atas Rp 40 ribuan per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit merah di kisaran Rp 36 ribu-38 ribu per kilogram. 

 

“Memasuki minggu ketiga dan kempat Agustus, cabe merah tanjung di kisaran Rp 26 ribuan per kilogram. Cabe rawit merah juga turun menjadi Rp 27 ribuan per kilogram di minggu ketiga Agustus dan masih stabil sampai sekarang,” ungkap Meiwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (3/9/2020).

 

Meiwan menambahkan, penurunan harga juga terjadi untuk jenis sayur mayur lainnya. Walau pun tidak sampai anjlok seperti harga cabai merah tanjung dan cabai rawit merah.

 

Saat ini, tomat berada di kisan Rp 8 ribuan per kg. Padahal biasanya berkisar Rp 15 ribuan per kg. Sementara itu kentang berkisar Rp 14-15 ribuan per kg dari biasanya Rp 18 ribuan per kg.

 

Sedangkan, wortel yang biasanya Rp 20 ribuan per kg menjadi Rp 10-12 ribuan per kg. Timun yang biasanya Rp12 ribuan per kg menjadi Rp7-8 ribu per kg. 

 

Kisaran harga tersebut, lanjut Meiwan, hasil pemantauan di 8 pasar tradisional di Kota Bandung. Yakni Pasar Sederhana, Kiaracondong, Kosambi, Ancol, Palasari, Cihaurgeulis, dan Pasar Baru.

 

“Untuk komoditas lainnya seperti beras, cabe, bawang, daging, minyak goreng, telur, gula tepung, dan ikan cenderung relatif masih stabil. Sekali pun ada fluktuasi harga masih tidak terlalu jauh,” ujarnya.

 

Meiwan mengungkapkan, penurunan harga ini diduga akibat stok barang yang cukup banyak, lantaran sudah memasuki masa panen. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga masih belum begitu tinggi.

 

“Daya beli masyarakat itu sekarang masih menahan dan tidak jor-joran karena masih pandemi. Tetapi sayur mayur juga suplainya melimpah karena masuk masa panen. Itu yang menyebabkan harga menurun," katanya.

 

Selain itu, Meiwan menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 ini setidaknya juga turut mempengaruhi pola berbelanja langsung ke pasar ataupun kebutuhan bahan baku dari sektor penjualan kuliner.

 

“Mungkin sekarang juga tidak semua rumah makan, hotel atau penjual lainnya belum normal. Jadi pembeliannya masih belum banyak," tutur Meiwan. (JOB-03/HAP)

You can share this post !