INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Jakarta PSBB Total Sulit Bikin Ekonomi Nasional Pulih, IHSG Melemah 5,0%

10 September, 2020 13:55 WIB | INSPIRA FINANCE

Inspira TV -  Jakarta PSBB Total Sulit Bikin Ekonomi Nasional Pulih, IHSG Melemah 5,0%

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA.TV,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan skema Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total, tentu saja hal ini akan membuat proses pemulihan ekonomi nasional kian sulit.

 

"DKI Jakarta menyumbang sekitar 15-17 persen kue ekonomi nasional. Apabila perekonomian DKI Jakarta melambat bahkan terkontraksi, ini akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia," kata ekonom Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendy Manilet di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

 

"Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal kedua minus 5,32 persen akibat dipengaruhi sedikit banyak dari kinerja perekonomian di DKI Jakarta," kata Yusuf.

 

"Berangkat dari fakta bahwa DKI Jakarta adalah salah satu penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia, tentu ini akan berdampak terhadap semakin besar pula peluang ekonomi Indonesia akan tetap berada di level negatif pada kuartal ketiga,"lanjutnya.

 

Dikaitkan dengan potensi yang sering dibicarakan orang belakangan ini tentang resesi, pengetatan PSBB di Jakarta diproyeksikan akan berpeluang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga berada di level negatif.

 

"Karena kuartal kedua Indonesia sudah minus, tinggal kuartal ketiga lagi perdebatannya akan mencapai titik positif atau enggak. Kalau negatif, maka secara teknikal Indonesia akan terkena resesi sebab mengalami pertumbuhan minus dua kali berturut-turut," kata Yusuf.

 

Kebijakan PSBB di Jakarta yang meniadakan kegiatan perkantoran telah memberikan sentimen negatif terhadap Indeks Hasil Saham Gabungan (IHSG), pada hari Kamis 10 September 2020. Tampak pelemahan IHSG mencapai 5,0 persen pada pukul 10.36 WIB.

 

"PSBB Jakarta yang diperketat kembali akan berpeluang membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga berada pada level negatif. Sehingga secara teknikal Indonesia akan terkena resesi, karena pertumbuhan minus dua kuartal berturut-turut," tuturnya.

 

Kondisi IHSG kali ini sentimen secara nasional karena investor melihat tren kasusnya sudah semakin meningkat, apalagi dikonfirmasi dengan langkah Pemprov DKI Jakarta melakukan PSBB yang lebih ketat, bukan lagi PSBB transisi.

 

"Investor membaca ini sebagai ada kemungkinan proses pemulihan ekonomi akan lebih lama, sehingga beberapa investor mengambil keputusan untuk sementara keluar dari situasi yang memang bagi mereka belum menguntungkan," kata Yusuf. (GGP)

 

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN