INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Warga Ancam Boikot Latihan Persib Kalau Pasar Minggu di Kawasan GBLA Ditutup

10 September, 2020 15:25 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Warga Ancam Boikot Latihan Persib Kalau Pasar Minggu di Kawasan GBLA Ditutup

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA.TV,- Sejumlah warga yang tinggal di sekitar Stadion GBLA, Kota Bandung, Jawa Barat memprotes keras penutupan pasar minggu oleh pihak aparat di kewilayahan. Warga pun mengancam akan memboikot latihan tim Persib Bandung di stadion tersebut.

 

Pengurus Pasar Minggu GBLA, Asep Sopian Ansori mengatakan, rencana boikot latihan tim Persib merupakan luapan kemarahan dari warga akibat pasar minggu yang akan ditutup. Lantaran untuk latihan tim Persib bisa dilakukan, namun aktivitas ekonomi masyarakat malah ditutup.

 

"Penutupan pasar minggu dengan alasan pencegahan Covid-19, tapi membuat bingung masyarakat karena kadang buka kadang tutup. Padahal masyarakat tengah mencari nafkah ditengah masa pandemi ini," ungkapnya saat dihubungi via telepon seluler, Rabu 9 September 2020.

 

Penutupan Pasar Minggu GBLA tersebut, berdasarkan Surat Pemberitahuan nomor KK/323/IX-Kec.Gedebage/ 2020 terkait penghentian kembali untuk sementara waktu aktivitas PKL/Pasar Kaget dan kegiatan massa di area Car Free Day (CFD) pada hari Minggu di Kawasan GBLA.

 

Asep mengatakan seharusnya pemerintah bisa lebih adil dalam mengambil sikap dan keputusan. Dirinya pun menepis adanya kabar untuk melarang Persib Bandung latihan menggunakan lapangan GBLA.  Warga hanya menyesalkan kenapa pelarangan hanya terjadi di wilayah mereka saja, sementara di tempat lain masih beroperasi.

 

“Kami hanya menuntut keadilan saja, jadi jangan sampai pilih kasih, jika di GBLA diberlakukan pelarangan dengan isu Covid-19 dan di yang lain masih saja ada yang berjualan khususnya pasar kaget. Dan ini mejadi pertanyaan warga sekitar,” jelasnya.


"Jadi yang dimaksud dengan akan adanya aksi boikot latihan Persib sebenarnya masyarakat bukan melarang Persib untuk latihan tapi intinya kita tetap meminta adanya keadilan saja dari pemerintah dan aparat wilayah yang memberlakukan pelarangan terhadap pasar kaget di GBLA,” lanjutnya.

 

Asep menilai pada masa pandemic sekarang banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan menyulitkan ekonomi warga. Jalan satu-satunya bagi warga yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tetap menghasilkan uang, banyak warga setempat yang berdagang.

 

“Jadi jangan sampai kepentingan pribadi, masyarakat jadi komoditi politik mereka itu yang kami sesalkan, bahwa demi kesejahteraan masyarakat, sejahtera dari mana? krisis masa pandemi seperti ini saja kami dilarang untuk berjualan dan mencari uang. Sedangkan persib perusahaan besar dibiarkan saja,” keluhnya.

 

Kendati demikian warga masih tetap akan berjualan seperti biasa, karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dengan berjualan di kawasan tersebut.

 

“Warga hanya meminta keadlian dari Dan kami harapkan pemerintah tidak sewenang2, jadi intinya kami minta keadilan saja,” tutupnya. (MSN)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN