INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Sebagian Wilayah Jabar Alami Cuaca Ekstrim Hujan Lebat Hingga Hujan Es, Ini Kata BMKG

24 September, 2020 10:59 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Sebagian Wilayah Jabar Alami Cuaca Ekstrim Hujan Lebat Hingga Hujan Es, Ini Kata BMKG

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA.TV,- Wilayah Jawa Barat mengalami cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai kilat, angin kencang. Tak hanya itu fenomena hujan es terjadi di beberapa daerah seperti di Kota Bogor dan Kota Cimahi, pada hari Rabu (23/9) kemarin.

 

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Toni Agus Wijaya menjelaskan, curah hujan intensitas tinggi tercatat 51 mm dalam periode kurang dari 2 jam (16.00-17.30 WIB), dengan kecepatan angin maksimum 85 km/jam teramati di Stasiun Klimatologi Bogor. 

 

"Cuaca ekstrim ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil yakni  proses konvektif yang signifikan didukung oleh faktor lokal yang kuat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Jawa Barat diantaranya Bogor," kata Toni dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

 

Toni menjelaskan bahwa penurunan suhu puncak awan terpantau citra satelit mulai pukul 16.45 - 10.45 WIB, dengan suhu terendah -72.4⁰C pada jam 10.24 yang menandakan terjadinya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat periode tersebut.

 

Untuk wilayah Bogor, cuaca ekstrim berdampak pada terjadinya pohon tumbang, bahkan sampai menyebabkan robohnya salah satu alat pengamatan cuaca di Stasiun Klimatologi Bogor.

 

Terkait kejadian tersebut, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam-an untuk wilayah Jabodetabek sebelum terjadinya cuaca ekstrim pada tanggal 23 September 2020 sebanyak 2 kali mulai dari pukul1 14.00 wib hingga 19.50 wib.

 

"Hujan es terjadi karena puncak awan yang melebihi batas ketinggian lapisan beku di udara. Di ketinggian lebih dari 5 km. Kemarin sore hujan es terjadi lokal di luas wilayah sekitar 1 km persegi di Cimahi dan Kota Bogor," kata Toni.

 

Pada bulan September 2020 di wilayah Jawa Barat masih mengalami periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan, dimana perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es.

 

"Masa pancaroba terjadi september hingga oktober," ucap Toni.

 

Saat ini, lanjutnya, masa pancaroba (masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan), meningkatnya potensi terbentuknya awan Cumulonimbus (awan gelap berlapis), yang menyebabkan terjadi cuaca ekstrem, hujan lebat dan hujan es.

 

"Prospek cuaca tiga hari ke depan, masih berpotensi terjadinya hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada sore hingga menjelang malam hari di wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur dan Bandung barat," ucapnya.

 

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hujan es, dan sebagainya. Juga turut berhati-hati dengan dampak yang ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (MSN)

You can share this post !