INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Kisah Abu Bakar Khalifah Pertama yang Tidak Serakah Jabatan

24 September, 2020 16:20 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Kisah Abu Bakar Khalifah Pertama yang Tidak Serakah Jabatan

foto : istimewa

Abu Bakar As Siddiq merupakan khalifah (pemimpin) pertama setelah kematian Rasulullah SAW. Kisah kepemimpinan pertama Abu Bakar dipenuhi dengan teladan mampu menjadi inspirasi umat.

 

Abu Bakar memimpin umat islam selama 2 tahun dari 632-634 M (11-13 H), setelah berbagai proses. Akhirnya Abu Bakar menerima jabatan sebagai khalifah pertama sepeninggalan Rasulullah SAW, ia menerima jabatan itu sebagai bentuk ketaatannya atas panggilan keimanannya dan rasa tanggung jawab terhadap agama sekaligus sebagai upaya menghindari fitnah.

 

Abu bakar dikenal sebagai pemimpin yang tidak pernah berambisius untuk mendapatkan jabatan yang tinggi

 

ia pun berpidato di hadapan umat muslim.

 

"Demi Allah, saya tidak pernah berambisi untuk menjadi pemimpin saya pun tidak punya keinginan untuk itu saya juga tidak pernah meminta kepada Allah untuk dijadikan pemimpin baik saat sendirian maupun di keramaian akan tetapi saya tidak ingin terjadi fitnah, dengan demikian saya bukannya senang dengan jabatan ini, saya justru merasa diberi beban yang amat berat yang mungkin tidak sanggup dipikul kecuali dengan adanya pertolongan Allah," ujar Abu Bakar yang dinukil dari buku 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga, karya Abdus Sattar Asy-Syaikh.

 

Dikutip dari buku The Khalifah karya Abdul Latip Talib, Abu Bakar As Siddiq sempat tidak terima gaji saat di masa awal menjabat sebagai pemimpin.

 

Pemimpin yang dijuluki as-siddiq ini tidak pernah protes, ia baru mengingat jika dirinya tidak di gaji ketika mendengar perkataan istrinya. Abu bakar menanyakan apakah ada sesuatu yang bisa dikonsumis untuk sarapan, kemudian Habibah istri Abu Bakar menjawab jujur terkait kondisi keuangan rumah tangganya.

 

"Tidak ada apa-apa lagi yang dimakan wahai suamiku," tutur Habibah istri Abu Bakar As Siddiq.

 

Abu Bakar ingat jika ia tidak berdagang karena harus menyelesaikan urusan kaumnya, berdagang merupakan mata pencahariannya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangganya.

 

Keesokkan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar untuk memenuhi ekonomi keluarga. Sejak ia hijrah ke Madinah, Abu Bakar berjualan baju dan kurma.

 

Abu Bakar berangkat ke pasar sejak pagi, banyak umat yang mencarinya hingga menimbulkan rasa kecewa. Pada saat itu banyak umatnya yang mengadu kepada Umar Bin Khatab yang berjanji akan menggantikan Abu Bakar As-Siddiq. Akhirnya Umar bertemu dengan Abu Bakar kemudian mengatakan bahwa Abu Bakar tidak pantas berjualan di pasar karena prioritas utamanya sekarang adalah umat.

 

Abu Bakar menjawab. "Aku memiliki keluarga. Oleh sebab itu aku perlu berdagang untuk mencari nafkah bagi keluargaku,"

 

Akhirnya Umar mengusulkan gaji, usul tersebut di setujui oleh Abu Ubaidah asalkan tidak menimbulkan fitnah dikalangan umat islam dan masyarakat umum. Pada awalnya Umar mengusulkan gaji sebesar lima ratus dirham perbulan atau enam ribu pertahun. Namun, Abu Bakar menolaknya karena ia menilai gaji tersebut terlalu besar.

 

Sejak saat itu, Abu Bakar As Siddiq menerima gaji dari Baitul Mal sehingga tak perlu lagi berdagang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Waktunya dihabiskan untuk menyelesaikan masalah umat dan tegaknya Islam.

 

Masa kepemimpinan Abu Bakar hanya berlangsung selama 2,5 tahun. Tetapi, umat talah mencatat sebagai pemimpin yang jujur, sederhana, lembut, dan bijak. Putihnya hati khalifah serupa dengan ciri fisik Abu Bakar yang kerap digambarkan berkulit cerah, berambut tebal, dengan tubuh yang kurus.

 

(JOB-04/MSN)



You can share this post !