INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Cara Minta Maaf Kepada Pasangan dalam Sudut Pandang Islam

29 September, 2020 11:26 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Cara Minta Maaf Kepada Pasangan dalam Sudut Pandang Islam

foto : istimewa

Ketika kita sudah menikah, tentu saja kita sudah siap menerima segala resikonya dan salah satunya pertengkaran. Dalam suatu hubungan kita pasti mengalami bertengkar dengan pasangan, itu adalah hal yang wajar terjadi. Seperti orang bilang pertengkaran merupakan bumbu kehidupan.

 

 

Namun, perlu kita ketahui manusia diajarkan untuk meminta tolong, terima kasih, dan meminta maaf. Meminta maaf bukanlah sifat rendah diri tetapi menurunkan ego dan perlu kita ingatkan lagi sebaik-baiknya orang pun bisa melakukan kesalahan.

 

 

Dan inilah cara meminta maaf dalam sudut pandang islam.

 

 

Mengakui Kesalahan Atau Bertaubat

 

Rasulullah menegaskan melalui sabdanya

 

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

 

Semua anak cucu Adam pernah melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat” (Sunan at-Tirmidzi 2423)

 

 

Ketika menjelaskan Hadis ini, Imam Abu Al Ula Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim Al Mubarakfuri (w 1353 H) dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi bisyarhi Jami’it Tirmidzi, beliau memaparkan bahwa para Nabi dikecualikan dalam permasalahan ini, karena para Nabi memiliki sifat yang maksum, terlindungi dari perbuatan salah yang dapat mengakibatkan dosa. Namun, jika didapati adanya kekeliruan dari seorang Nabi, hal itu dipahami hanya sebagai kesalahan dan sebab kelupaan tanpa adanya maksud untuk berbuat ketidaktaatan (maksiat).

 

 

Berdasarkan makna Hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa konsekuensi berbuat suatu kesalahan yaitu menuntut adanya perbaikan. Perbaikan disini dimaknai dengan sikap taubat.

 

Meminta Maaf

Kata maaf sendiri menurut pandangan Quraish Shihab, seorang pakar tafsir Al-Qur’an ternama adalah berasal dari Al-Qur’an yaitu al-afwu yang berarti menghapus, atau lebih tepatnya menghapus kesalahan-kesalahan yang diperbuat orang lain dalam dirinya. Maka meminta maaf sejatinya adalah meminta agar orang lain dapat menghapus noda kesalahan yang telah menggores lembar hidupnya.

 

 

Meminta maaf merupakan perbuatan yang terpuji. Seseorang yang berani meminta maaf sejatinya telah menunjukkan keberaniannya dalam berkomitmen untuk bersegera memperbaiki diri. Meminta maaf juga dapat menciptakan ketenangan dalam jiwa, meminimalisir konflik yang terjadi antar sesama, melatih kesabaran dan bukti keseriusan dalam bertaubat.

 

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)

dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS: Ali Imran 133-134)

 

لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ

 

Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam, (jika bertemu) yang ini berpaling dan yang ini juga berpaling, dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam” (Shahih al-Bukhari 5613)

 

 

 

Hadis di atas menjelaskan betapa mulianya seseorang yang memulai untuk berdamai, dan menunjukkan terpujinya ketika kita meminta maaf. Tetapi, janganlah kita terlena dengan kata maaf. Selain itu kata maaf saja kita pun harus berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama kedepannya nanti.

 

(JOB-04/MSN)

You can share this post !