INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Inilah Alasan Istri Bisa Gugat Cerai Suami

30 September, 2020 16:07 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Inilah Alasan Istri Bisa Gugat Cerai Suami

Foto: Free Images Pixabay

Setiap orang pasti akan memimpikan hubungan rumah tangga yang harmonis. Namun dalam kenyataannya pertengkaran dan perselisihan kerap terjadi antara pasangan suami dan istri. Masalah yang didapati dalam rumah tangga ini jika dapat diselesaikan dengan baik akan membawa kedekatan bagi mereka dan sebaliknya jika tidak bisa diselesaikan akan mendapatkan ujung perpecahan hingga akhirnya perpisahan.


Perceraian tidak hanya bisa dilakukan oleh suami. Dalam beberapa kasus juga bisa dilakukan oleh istri. Secara hukum negara, dua-duanya sah dan diizinkan. Sementara dalam agama Islam ada rambu-rambu yang harus diperhatikan terutama jika gugatan diajukan oleh istri.


Seorang wanita atau istri boleh saja menggugat suaminya asalkan dengan syarat dan alasan yang jelas. Hal inilah yang disebut dengan khuluk. khuluk adalah gugatan cerai istri dimana sang istri harus mengembalikan sejumlah harta atau mahar kepada suami.


Khuluk ini memiliki legalitaas hukum dalam Al-Quran, dalam Surat Al-Baqarah ayat 229, “ Maka apabila kalian khawatir keduanya tidak dapat menegakkan aturan-aturan hukum Allah, maka tidaklah berdosa mengambil bayaran ( tebus talak) yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya ( dan mengenai pengambilan suami akan bayaran itu).”


Secara defenitif khuluk adalah pengajuan talak oleh istri.


“Khuluk ialah talak yang dijatuhkan sebabkeinginan dan desakan dari pihak istri, hal semacam itu disyariaatkan dalam jalan khuluk, yakni pihak istri menyanggupi membayar seharga kesepakatan antara dirinya dengan suami, dengan (standar) atau mengikuti mahar yang telah diberikan,” diungkapkan dalam Al-Fiqh Al-Manhaji’ala Madzhab Imam Syafi’i (Surabaya: Al-Fitrah,2000, juz IV, hal.127)

 

Lalu dalam Islam apa saja alasan yang membolehkan istri  menggugat cerai atau khuluk kepada suami?. Berikut beberapa syarat yang membolehkan istri menggugat cerai suami menurut Ustadz Firanda M.A.

1.      Apabila istri takut berbuat kufur karena ia tidak menyukai suaminya meski suaminya mempunyai perangai yang baik. diperbolehkan untuk melakukan khuluk.

Dari Ibn ‘Abbas, bahwasanya istri Tsabit bin Qais mendatangi Nabi SAW dan berkata:

“Wahai Rasulullah. Aku tidak mencela Tsabit bin Qais pada akhlak dan agamanya, namun aku takut berbuat kufur dalam Islam,” maka Nabi bersabda, “Apakah engkau mau mengembalikan kebunnya?” ia menjawab, “ Ya, Rasulullah,” lalu Nabi pun bersabda : “ kembalikanlah kebunnya, lalu ceraikan ia.”

 

2.      Apabila suami dengan sengaja dan jelas dalam perbuatan dan tingkah lakunya telah membenci istrinya namun suami tersebut tidak mau menceraikan istrinya.


3.      Sikap suami yang suka mendzolimi istrinya seperti suka menganiaya , menghina, mencaci maki  dengan perkataan yang kotor.


4.      Seorng suami yang tidak menjalankan kewajiban agamanya seperti suami yang gemar berbuat dosa, mabuk-mabukan, judi, berzina , meninggalkan shalat dan seterusnya.


5.      Seorang suami yang tidak melaksanakan hak ataupun kewajibannya kepada sang istri.


6.      Seorang suami yang tidak mampu menggauli istrinya dengan baik. Seperti seorang suami yang cacat sehingga tidak mampu memberikan nafkah batin, atau suami yang berpoligami namun tidak adil terhadap istri-istrinya dalam mabit (jatah menginap).


7.      Hilangnya kabar dari suami tentang keberadaanya apakah masih hidup atau sudah meninggal dalam beberapa tahun. Menurut salah satu riwayat dari Umar r.a kurang lebih 4 tahun.

 


Khuluk berbeda dengan talak, tidak ada rujukan dalam khuluk. Selain itu talak haram dijatuhkan ketika istri sedang haid, maka dalam khuluk tetap sah dilangsungkan entah dalam keadaan suci maupun haid. Maka dari itu bagi sang istri pikirkan lagi sebelum memutuskan untuk meminta cerai ya. Serta patuhi hukum-hukumnya dalam Islam jika ingin memang ingin meminta cerai atau khuluk.

 

(JOB-01/MSN)



You can share this post !