INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Jalani Kunjungan Keempat Uji Klinis Vaksin, Gubernur Jabar Jalani Tes Darah Pertama

02 October, 2020 10:32 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Jalani Kunjungan Keempat Uji Klinis Vaksin, Gubernur Jabar Jalani Tes Darah Pertama

Foto: Humas Jabar

BANDUNG INSPIRA.TV,- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan kunjungan keempat atau Visit 3 (V3) sebagai relawan uji klinis vaksin COVID-19, di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jumat (2/10/2020).


Dalam V3 ini, Gubernur Jabar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar yakni Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Rudy Sufahriadi, Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Nugroho Budi Wiryanto, dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar Ade Adhyaksa menjalani tes darah pertama untuk diperiksa pembentukan antibodi. Tes darah ini baru dilakukan terhadap 110 relawan, termasuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Forkopimda Jabar.


Tes darah yang kedua sekaligus terakhir dalam proses uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 Sinovac oleh BUMN Bio Farma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini akan dilakukan tiga bulan berikutnya atau Desember mendatang.


“Kami melaksanakan kunjungan yang keempat atau V3, itu adalah proses pengambilan darah dari para relawan setelah dua kali proses penyuntikan dilakukan,” ujar Kang Emil.


“Di Desember pengambilan darah akan dilakukan yang kedua dan final. Setelah itu akan diteliti kemungkinan hasil akhirnya,” imbuh Kang Emil


Ridwan Kamil pun berharap, setelah mengikuti seluruh tahap penyuntikan di kunjungan kedua (V1) dan ketiga (V2), dari V3 ini akan didapat reaksi peningkatan antibodi dalam darahnya, yakni naik mencapai 90 persen, sehingga bisa dikategorikan memiliki imunitas terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.


“Mohon doanya bahwa pengambilan darah pertama ini hasilnya bagus, kemudian (pengambilan) darah kedua pada Desembernya juga hasilnya bagus, mengonfirmasi kesuksesan (uji klinis) vaksin,” ujar Kang Emil.


Adapun setelah menjalani tes darah kedua pada Desember nanti, Kang Emil menjelaskan bahwa akan dilakukan pengecekan kesehatan tiga bulan berikutnya atau pada Maret 2021. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dampak kesehatan relawan yang mengikuti uji klinis fase 3 vaksin Covid-19.


Kang Emil menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa Bio Farma akan mulai memproduksi vaksin sambil menunggu tiga bulan hingga Maret 2021, dengan catatan kesimpulan akhir dari proses uji klinis pada Desember 2020 dinyatakan baik atau berhasil.


“Prosedurnya setelah Desember itu masih ada tiga bulan sampai Maret (2021) untuk pengecekan dampak kesehatan dari yang namanya peserta (uji klinis) vaksin. Tapi karena urgensi kedaruratan Covid-19 ini luar biasa, kemungkinan sambil (melakukan tahapan di) Desember (juga) ada kesimpulan. Kalau kesimpulannya baik, sambil berproses menuju Maret, mungkin produksi vaksin bisa kita lakukan di Bio Farma,” kata Kang Emil.


Selain itu, Kang Emil menyatakan dukungannya kepada pemerintah pusat yang sudah mulai melakukan simulasi distribusi logistik vaksin ke daerah. 


“Tanah Indonesia yang berkepulauan ini kunci tantangan (vaksinasi warga) ada pada distribusi logistik. Setelah distribusi logistik, kita doakan proses penyuntikan (vaksin) juga bisa berlangsung tidak terlalu lama,” tuturnya.


Namun, Kang Emil juga mengingatkan masyarakat agar siap menunggu seluruh proses vaksinasi mulai dari eksperimen, testing, produksi, distribusi produksi, penyuntikan, dan lain-lain bisa memakan waktu sepanjang 2021.


Untuk diketahui, terdapat lebih dari 2.000 orang yang mendaftar menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac hingga pendaftaran ditutup 31 Agustus lalu. Dari total pendaftar, dipilih 1.620 orang yang memenuhi kriteria, salah satunya tidak memiliki penyakit bawaan, untuk menjadi relawan. (JOB-02/HAP)

You can share this post !